| Harga Premium Capai Rp15.000 |
| Selasa, 12 Agustus 2008 | |
|
Laporan SYAHRI RAMLAN, Bagansiapi-api
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
SEJAK dua hari belakangan ini, harga premium di Bagansiapi-api melambung antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter yang terjadi di tingkat pengecer. Lonjakan harga yang cukup tinggi tersebut terjadi lantaran keberadaan premium sudah mengalami kehabisan stok. Premium sudah sulit ditemukan dipasaran. ‘’Biasanya, premium itu sangat mudah ditemukan di sejumlah tempat. Mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sampai ke tingkat pengecer yang terdapat di kanan kiri jalan. Namun, sejak selama dua hari (Senin dan Selasa, red) belakangan ini, premium sudah hilang dipasaran. Bensin sudah sulit ditemukan,’’ kata Fauzan (40) salah seorang warga Bagansiapi-api. Mengingat keberadaannya sangat diperlukan dan telah menjadi keperluan pokok, masyarakat Bagansiapi-api dan sekitarnya melakukan penyisiran hingga sampai di setiap sudut dan pelosok kota untuk mendapatkan premium. Premium yang berhasil ditemukan, menjadi rebutan bagi masyarakat. ‘’Lantaran di SPBU tidak ada, maka kita harus mencarinya dan memang sulit untuk menemukannya. Kalau pun dapat dicari, harganya di tingkat pengecer sampai antara Rp13.000 hingga Rp15.000 perliter,’’ kata Fauzan. Kondisi serupa juga dialami oleh masyarakat yang berada di Sinaboi dan Batuhampar. Karena, masyarakat di dua kecamatan tersebut mendapatkan pasokan premium melalui SPBU yang ada di Batuempat, Kecamatan Bangko. ‘’Kalau di SPBU saja sudah tidak ada, jelas premium di daerah Sinaboi ini juga tidak tersedia. Karena, premium itu kita dapatkan dari Bagansiapi-api,’’ kata Amir (42) warga Rajabejamu, Kecamatan Sinaboi. Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rohil, Drs H Herman Tambusai melalui Kasi Perdagangan, Darwin Said SH yang dihubungi Riau Pos, Selasa (12/8) tak membantah soal premium yang sudah mulai langka dan sulit ditemukan tersebut. ‘’Kita sudah mendapatkan informasi soal itu. Di mana, premium sudah mulai langka. Selain itu, harganya sudah melambung sampai Rp12.000 per liter. Malahan lagi ada yang sampai Rp15.000 per liter,’’ kata Darwin. Terjadinya kelangkaan premium itu, tambah Darwin sebagian besar disebabkan oleh faktor keterlambatan pendistribusiannya. Sementara permintaan premium di Bagansiapi-api cukup tinggi. ‘’Biasanya, kondisi seperti itu, tidak berlangsung lama. Kalau pendistribusiannya sudah lancar, maka semuanya akan kembali normal seperti semula,’’ kata Darwin.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




