| Perbatasan Diselimuti Kabut Asap |
| Selasa, 12 Agustus 2008 | |
|
BAGANBATU (RP) - Kendati Pemkab bersama dengan Polres telah melakukan penandatanganan kesepakatan tentang musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir, namun hal tersebut masih belum ada kejelasannya juga.
Kendati belum mempengaruhi aktivitas warga diluaran rumah, namun kabut asap yang menyelimuti kawasan daerah perbatasan pun terkesan semakin bertambah tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan pantauan dilapangan, Selasa (12/8) menyebutkan, bahwa kabut asap ini kembali muncul sejak dari pagi dan terus bertahan sampai berita ini diturunkan. ‘’Terus terang untuk hari ini (kemarin, red) kabut asap yang menyelimuti Baganbatu dan sekitarnya ini sudah semakin bertambah tebal dibandingkan hari sebelumnya,’’ jelas Armind, salah seorang warga Baganbatu. Musibah kebakaran ini sendiri menurutnya adalah menjadi satu agenda rutin yang setiap tahunnya selalu terjadi. ‘’Kalau kita kaji-kaji mungkin masalah karhutla di Riau umumnya dan Rohil khususnya sudah seperti menjadi satu agenda rutin,’’ ungkapnya kembali. Hal ini disebabkan, lanjutnya lagi didasari oleh masih maraknya aksi perambahan hutan secara liar yang telah dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab itu sendiri. ‘’Selain masalah perambahan hutan yang jelas-jelas pakai acara ‘beking’ inilah yang telah menjadi salah satu penyebabnya terjadi kasus kebakaran ini juga masih belum adanya tindakan tegas dari aparat terkait,’’ tegas Armind. Dan untuk itu diharapkan kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti musibah kabut asap ini sendiri. ‘’Yang jelas kita sebagai warga masyarakat sangat mengharapkan upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim tersebut dapat segera berakhir dengan terbebasnya daerah kita ini dari bahaya kabut asap,’’ harapnya. Namun demikian, dirinya juga menyayangkan minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh tim tersebut. ‘’Kalau kita baca dimedia sering tertulis bahwa pemadaman kebakaran lahan dan hutan ini masih terkendala masalah minimnya sarana dan prasarana,’’ ungkapnya. Padahal, tambahnya lagi kasus kebakaran lahan ini bukan hanya sekali ini terjadi. ‘’Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, bahwa kasus seperti ini sudah merupakan agenda rutin setiap tahunnya. Lalu pertanyaannya kenapa pemerintah tidak pernah memikirkan untuk melengkapi sarana dan prasarananya,’’ tegas Armind.(min/eca) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




