| Direksi Indosat Dipertahankan |
| Selasa, 12 Agustus 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Perombakan jajaran direksi akan menjadi agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Indosat 25 Agustus nanti. Itu terkait masuknya Qatar Telecom (Qtel) sebagai pemegang saham mayoritas. Meski demikian, jajaran direksi wakil pemerintah tidak akan diutak-atik.
Demikian disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) Sofyan Djalil. Menurut dia, kinerja lima direksi wakil pemerintah di Indosat cukup bagus. ”Kinerjanya oke. Jadi, saya pikir tidak perlu diganti,” ujarnya kemarin (11/8). Lima direksi Indosat yang merupakan wakil pemerintah tersebut adalah Johnny Swandi Sjam (Presiden Direktur), Wahyu Wijayadi (Direktur Corporate Services), Guntur S Siboro (Direktur Marketing), Fadzri Sentosa (Direktur Jabotabek & Corporate Sales), dan Syakieb Sungkar (Direktur Regional Sales). Sofyan mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari manajemen Qtel terkait rencana penggantian empat orang direksi wakil dari Singapore Technologies Telemedia (STT). Empat orang direksi itulah yang nantinya bakal diganti oleh wakil dari Qtel. ”Kalau soal itu kita dukung saja,” katanya. Empat direksi wakil STT Singapura tersebut adalah Kaizad Bomi Heerjee (Deputy President Director), Wong Heang Tuck (Direktur Finance), Roy Kanan (Direktur Information Technology), dan Raymond Tan (Direktur Network). Sebelumnya, memang sempat beredar kabar tentang rencana perombakan seluruh direksi Indosat pada RUPS 25 Agustus nanti. Bahkan, perombakan direksi kabarnya menjadi agenda tunggal dalam RUPS tersebut. Hal itu terkait masuknya Qtel. Raksasa telekomunikasi asal Qatar tersebut mengambilalih 100 persen saham Indonesia Communication Limited (ICL), perusahaan yang menguasai 39,96 persen saham Indosat. ICL sebelumnya dikuasai oleh Asia Mobile Holdings (AMH), anak perusahaan STT dengan harga 2,4 miliar dolar Singapura atau 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,2 triliun.(fiz/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




