| Kabut Asap Makin Tebal |
| Senin, 11 Agustus 2008 | |
|
Laporan AHMAD DAMRI,
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KABUT- asap yang menyelimuti Kabupaten Inhu dalam beberapa hari terakhir semakin menebal. Gumpalan asap, diduga akibat pembakaran lahan yang tidak terkendali, serta adanya asap kiriman dari daerah lain. Hasil pantauan Riau Pos di Pematangreba sampai, Senin (11/8) kabut asap sudah terlihat sejak pagi. Asap menyelimuti udara pagi dan membuat pandangan sangat terbatas. Asap ini juga menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu pernapasan. Selain itu sisa-sia pembakaran lahan ini juga beterbangan dibawa angin, bahkan ada yang masuk sampai ke dalam rumah. ‘’Memang harus ada tim yang bertugas melakukan pemadaman dan harus ada pencegahan kebakaran agar ketebalan asap jangan sampai menganggu kesehatan,’’ ungkap Ketua DPRD Inhu H Marpoli kepad Riau Pos, Senin (11/8) saat diminta tanggapannya di Pematangreba. Dikatakan Marpoli, kebakaran lahan di musim kemarau sangat mudah. Oleh karena itu, semua pihak termasuk masyarakat dan pemerintah diharapkan agar menahan dan jangan membersihkan lahan dengan cara membakar. Mencegah dinilai lebih baik dari upaya memadamkan. Jika terbakar sulit dipadamkan apalagi jika hujan tidak turun. Kapolres Inhu AKBP Robinson DP Siregar SH SIK menjawab wartawan di sela-sela acara pelantikan Bupati Inhu di Pematangreba mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Karena setiap musim kemarau, daerah Inhu rawan terbakar. Sebagai tindakan, Polres sudah turun ke lapangan melakukan upaya pemadaman di salah satu titik api di Kuala Cenaku. Hanya saja kata Kapolres, saat polisi turun tidak ditemukana adanya pelaku pembakaran. Ke depan, pihaknya, akan terus melakukan pemantauan di lapangan, jika menemukan adanya pembakaran dan tertangkap tangan, maka pelaku akan diproses secara hukum.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




