| Koreografer Empat Negara Tampil Mengagumkan |
| Jumat, 08 Agustus 2008 | |
|
PEKANBARU (RP)- Pasar tari kontemporer (Pastakom) VI resmi dibuka, Kamis (7/8) malam tadi. Helat yang dipusatkan di Anjung Seni Indrus Tintin Bandar Serai ini, di malam pertama menampilkan koreografer dari empat negara, yakni Jepang, Thailand, Malaysia dan Indonesia.
Penampilan perdana ini cukup mengesankan. Musik mengalun. Liuk tubuh para penari di gelitik untuk bergerak mengikuti kata hati. Kata tradisi yang mulai mati. Bangkit dan melayang-layang bagai arwah gentayangan di atas panggung pertunjukan. Ronnarong Khampha (Thailand), Michi Tomioka (Jepang), Bilqis Hijjas (Malaysia), Yashinta Desi Natalia (Surakarta-Indonesia) dan Musrial Mustafa (Bengkalis-Indonesia) menjadi pelaku dalam keresahan sungai-sungai. Seorang lelaki, menggunakan cawat berwarna hitam dengan tubuh yang di cat hitam dari pinggang hingga ke lutut, berdiri membelakangi audiens. Di ujung jari-jari tangannya, nampak kuku panjang berwarna silver. Tubuhnya bergerak harmonis, seperti air sungai yang mengalir lembut, meski sesekali arusnya menjadi lebih deras. Ronnarong betul-betul menghadirkan Thailand dan segala isinya ke panggung Pastakom malam tadi. Persembahan tari kontemporer bertajuk khuan (spirit in you) dari kebudayaan tradisi Lanna sebagai dasar spekulasi tari kontemporer. Daerah Lanna adalah istilah pada kerajaan Thailand Utara. Karya tersebut terinspirasi dari tari persembahan kuku di Lanna. Bagian persembahan tangan, kuku yang ramping dan ritme pergerakan tubuh yang seketika berubah. Meski seorang diri, spirit in you tersebut mampu menghipnotis semua mata yang hadir di gedung megah tersebut. Apalagi musik yang mengiringinya terkadang mengalun lembut, terkadang marah, kacau dengan segala rasa yang dibawakannya. Usai Ronnarong, tampil pula koreografer sekaligus penari asal negeri Sakura Jepang Michi Tomioka dengan judul water stone.(fed) Michi tidak tampil sendiri, bersama seorang rekannya, Michi-pun menghadirkan Jepang ke panggung. ‘’Angin bertiup, batu bernafas, air mengalir sejak zaman purbakala,’’ katanya. Gerakan yang dihadirkan Michi sangat lamban namun dengan intensitas yang terjaga. Kain putih menggantung di tubuhnya, pistol dalam genggamannya. Gerak Michi dan rekannya bertolak belakang sebab saat tubuh perempuan itu tergeletak, seorang penari tampak bergerak kacau dan cepat. Michi menutup pertunjukannya dengan mengganti posisi dengan rekannya yang terbalut kain putih dengan pistol digenggamannya. Tampil pula Yashinta Desi Natalia dengan tarian berjudul tanda, Musrial Mustafa dengan judul jangan marahi mereka jembalang serta Bilqis dengan karya berjudul river of memory. Tampilan para koreografer di malam pertama Pastakom ini cukup menarik dan dinikmati sekitar 600 orang tersebut. Kegiatan yang digagas Yayasan Laksemana tersebut berlangsung, 7-9 Agustus di Anjung Seni Idris Tintin. Menghadirkan 15 koreografer dari lima negera seperti India, Thailand, Malaysia, Jepang dan Indonesia sendiri. Pastakom VI 2008 ini pula mengangkat tema sungai dengan tajuk Reviera atau Ekspresi Koreografi di Antara Sungai-sungai. Kegiatan ini dibuka Wakadis Diknas Riau Zailani Arifsyah.(fed) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|











