| Panwas Sosialisasikan Fungsi Pengawas |
| Kamis, 07 Agustus 2008 | |
|
DUMAI (RP) - Guna memberikan pemahaman bagi berbagai elemen masyarakat dalam pelaksanaan Pilgubri, Kamis (7/8) kemarin Panwas Pilkada Kota Dumai mensosialisasikan peranan dan fungsinya. Pada sosialisasi ini menghadirkan dua orang nara sumber yaitu Eddi Asnawi SH MHum bersama Taufiqulhulam SAg MHum dari Pekanbaru.
Kedua nara sumber yang juga sebagai konsultan Panwas Pilkada Provinsi Riau ini dalam pemaparannya kemarin mengupas berbagai hal yang berkaitan dengan panwas baik secara administrasi mau pun pidana. ‘’Dengan jumlah anggota Panwas yang terbatas, rasanya sulit untuk melakukan tugas dan fungsinya tanpa dukungan dan peran serta berbagai pihak,’’ kata Taufiqulhulam. Berkaitan itulah, timpal Ketua Panwas Pilkada Kota Dumai Hermanto SpDi mengatakan, jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan Pilgubri diharapkan dapat menyampaikannya kepada panwas secara langsung. ‘’Bahkan untuk keperluan ini, Panwas akan menyediakan nomor khusus yang dapat dihubungi selama 24 jam. Pada soalisasi kemarin, panitia pelaksana selain memberikan makalah dan kuestioner, juga diselingi dengan dialog. Pada sesi dialog tersebut, berbagai masukan dan informasi terungkap. Mulai dari keberadaan posko-posko calon, tim kampanye, tim sukses, relawan, dan kampanye terselubung masing-masing calon. Menanggapi hal ini, Eddi Asnawi dan Hermanto mengakui di beberapa daerah memang ada berdiri sejumlah berbagai posko yang berkaitan dengan Pilgubri. Hanya saja khusus di Dumai, kata Hermanto, yang melapor baru ada dua yaitu Posko Akar Rumput CS dan Posko Relawan RZ-MM. ‘’Walau yang sudah melapor baru dua itu, namun bagaimana dengan SK dari Tim Kampanye Provinsi masing-masing calon, juga belum diketahui. Saya kadang heran dan tampaknya juga tidak masuk akal, bagaimana ada warung kopi yang jadi posko,’’ katanya. Sementara masih adanya gambar calon yang bercokol di beberapa daerah yang dinilai mengundang polemik, Eddi Asnawi membenarkannya. Seperti di Pekanbaru, misalnya, ada gambar salah satu calon masih berdiri. Sementara sekarang dia sebagai calon, dan Gubernur Riau juga sudah berganti. Begitu pula masih adanya di perkarangan kantor pemerintah, dan baliho yang menampilkan gambar camat bersama lurah, wali kota, termasuk gubernur, dan presiden. Menyikapi hal-hal seperti ini perlu kearifan semua pihak, menurut Eddi Asnawi, selama imbauan itu masih positif dan wajar, dan tidak mengandung kampanye itu masih dimungkinkan. Hanya saja, timpal Syafrizal anggota Panwas Pilkada Kota Dumai, agar tidak terus dipolemikkan dan untuk menjaga netralitas pegawai sebaiknya baliho itu diturunkan atau pun diganti.(set) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




