Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Kerja Sama Serumpun di Sosek Malindo
Minggu, 03 Agustus 2008
Laporan AHMAD FITRI, Melaka  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KERJA SAMA antara Indonesia dan Malaysia khususnya Riau, Johor dan Melaka kembali diperbincangkan dalam sebuah pertemuan JKK Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) di Melaka, Selasa (29/7). Bertempat di Everly Resort Hotel, sebuah kawasan wisata yang terletak tepian Selat Melaka, masing-masing delegasi membahas kertas kerja yang telah disiapkan panitia.

Delegasi Riau pada pertemuan ini dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Drs Tengku Razmara MSi yang membawa rombongan dari Pemerintah Provinsi Riau, Pemkab Bengkalis dan Pemko Dumai.

Tengku Razmara dalam sambutannya pada pembukaan pertemuan ini mengatakan, bahwa pertemuan Sosek Malindo sangat bermanfaat bagi Indonesia dan Malaysia, terkhusus lagi bagi Riau,
Johor dan Melaka. Melalui kerja sama perdagangan lintas batas (PLB), kata Tengku Razmara, pada tahun 2007 tercatat transaksi perdagangan senilai Rp9,542 miliar. Nilai transaksi ini
meningkat 7,3 persen atau dibandingkan PLB 2006 yang nilai transaksinya mencapai Rp8,894 miliar.

Menurut dia, produk dari Riau seperti ubi kayu, ubi jalar, ikan segar, kambing dan lainnya menjadi produk yang banyak dijual ke Malaysia melalui PLB. Sebaliknya, produk-produk dari Johor dan Melaka seperti barang keperluan harian juga banyak dijual ke Riau. ‘’Hal ini membuktikan bahwa kerja sama Sosek Malindo memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di kedua negara,’’ papar Tengku Razmara lagi.

Selain memberikan manfaat di bidang ekonomi dan perdagangan, kerja sama ini juga memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan bidang sosial dan budaya di masing-masing negara. Banyaknya orang Riau yang berobat dan berkunjung ke Melaka membuktikan betapa kerja sama bidang sosial memberikan dampak yang nyata.

‘’Hal serupa juga terjadi di bidang seni dan budaya. Digelarnya berbagai pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan kedua negara membuktikan bahwa budaya serumpun antara Indonesia dan Malaysia memang tidak bisa dipisahkan,’’ ujar Tengku Razmara lebih jauh.

Dia melihat kerja sama bilateral seperti memang sudah menjadi sebuah keharusan di era globalisasi ini. Era globalisasi, kata dia, membuat pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
Perkembangan yang demikian membuat terjadinya perubahan yang cepat dan sulit diprediksi. Dan, dampak dari perubahan-perubahan itu akan mempengaruhi masyarakat di belahan dunia.

Untuk mengantisipasi dampak negatif itu, timbul kecenderungan dari berbagai negara untuk memperat kerja sama yang saling menguntungkan antara satu negara dengan lainnya. Dia lalu
mencontohkan kerja sama seperti Asean Free Trade Area (AFTA), Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan salah satu upaya negara-negara di dunia untuk memperat kerja sama ekonominya. Pertemuan Sosek Malindo ini, kata Tengku Razmara, juga merupakan salah satu upaya untuk membangun kerja sama ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara melalaui AFTA dan APEC.

Walaupun pertemuan Sosek Malindo sudah berlangsung untuk kesekian kalinya, dia melihat mengakui bahwa pertemuan ini masih dihadapkan dengan berbagai kendala. Misalnya adanya perbedaan dalam hal peraturan dan sistem pemerintahan. ‘’Melalui pertemuan Sosek Malindo ini kita harapkan berbagai kendala itu bisa diminimalisir atau dikurangi. Jika kendala-kendala itu bisa kita kurangi maka pertemuan ini akan memberikan manfaat yang berarti,’’ ujar Tengku Razmara lagi.

Dalam pada itu Ketua Delegasi Johor Hamsan bin Saringat berpendapat pertemuan JKK Sosek Malindo kali ini harus mampu memperkuat jalinan kerja sama ekonomi antara Johor, Melaka dan
Riau. Adanya jalinan kerja sama ini, ujar Hamsan diharapkan juga mampu memberikan manfaat bagi kedua negara yang selaras dengan semangat prinsip ASEAN, yaitu mendukung kemajuan
ekonomi, sosial budaya dan keamanan sejagat.

‘’Saya harapkan pertemuan Sosek Malindo ke-7 ini bisa menjadi platform bagi lahirnya semangat kerja sama. Semangat kerja sama itu dilandasi dengan kesepakatan bersama dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, keselamatan dan keamanan,’’ ujar Hamsan memberikan harapan.

Pada kesempatan yang sama Ketua Delegasi Melaka Azizan bin Hamid mengemukakan kerja sama Sosek Malindo antara Johor, Melaka dan Riau sudah berlangsung sejak 12 Agustus 2002 silam. Setelah enam tahun terjalin dia melihat kerja sama ini mampu meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara, khususnya Johor dan Melaka di Malaysia dan Riau di Indonesia.

Kerja sama Sosek Malindo juga memperat hubungan antara pedagang dan investor di kedua negara. Juga, kerja sama ini telah mampu meningkatkan hubungan di sektor seni dan budaya, pariwisata, pendidikan dan keselamatan.

‘’Saya berharap kerja sama bilateral ini mampu menyelesaan berbagai persoalan yang belum bisa diselesaikan dalam kerja sama selama ini. Untuk itu kita perlu terus memupuk semangat persahabatan dan persaudaraan. Saya yakin jika semangat itu telah menyatu maka akan mampu menghasilkan kerja sama yang kuat di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan dan keamanan,’’ kata Azizan.

Dia melihat pertemuan seperti merupakan salah satu contoh adanya kesepahaman yang baik antara Malaysia dan Indonesia. Masyarakat di kedua negara hendak bisa terus menjaga hubungan baik yang sudah berlangsung lama. Dia juga meminta kalangan usahawan bisa memanfaatkan pertemuan seperti ini untuk terus mengembangkan usaha mereka.

Di ASEAN, papar Azizan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga bagi Malaysia. Dan di dunia internasional Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-13 bagi Malaysia. ‘’Pertemuan kali ini tentu saja akan memberikan peluang yang lebih baik untuk semakin memperat hubungan antara kedua negara, terkhusus lagi bagi Melaka, Johor dan Riau,’’ kata Azizan.

Dengan digelarnya pertemuan di Melaka awal pekan ini, jalinan kerja sama Sosek Malindo sudah memasuki usia yang keenam. Usia yang tergolong muda memang. Kerja sama ini tentu saja akan semakin berarti jika masing-masing pihak yang terlibat bisa memanfaatkannya secara maksimal.(fia)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org