Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Nabi Besar Muhammad SAW
Minggu, 03 Agustus 2008
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling. Tidak datang kepada mereka suatu ayat Alquran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main. (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai.

Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka; ”orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya? (Al Anbiyaa, 1 s/d 3). Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Demikianlah pandangan orang kafir Qurish Mekkah terhadap Nabi Besar Muhammad SAW pada saat Alquran diturunkan Allah lebih dari 1400 tahun yang silam yang diungkapkan Allah dalam Alquran. Mereka menganggap Nabi Besar Muhammad SAW hanyalah manusia biasa yang membacakan sihir. Sungguh maha dahsyat anggapan mereka yang sangat keliru itu. Nabi Besar Muhammad SAW bukanlah manusia biasa. Nabi Besar Muhammad SAW adalah seorang rasul akhir zaman yang diutus Allah sebagai penutup bagi para rasul. Nabi Besar Muhammad SAW membawa sebuah kitab yang disebut dengan Alquran sebagai Kalam Allah untuk disampaikan kepada seluruh ummat manusia. Alquran bukanlah ilmu sihir. Alquran benar-benar sebagai petunjuk dan hidayah yang diturunkan Allah kepada seluruh ummat manusia agar manusia itu terhindar dari kekeliruan.

Alquran adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan modern yang menyebabkan manusia bisa menjadi mulia di sisi Allah. Dan Nabi besar Muhamad SAW sebagai penerima wahyu adalah manusia yang paling mulia dan dimuliakan Allah.

Simaklah firman Allah dalam surat Al Anbiyaa ayat 10 yang artinya ”Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kamu. Maka apakah kamu tiada memahami? (Al Anbiyaa, 10). Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Sungguh Alquran adalah bacaan yang teramat mulia. Sungguh beruntunglah orang-orang yang membaca dan memuliakan Alquran dan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya. Alquran adalah kalam Allah, petunjuk yang dapat menyebabkan manusia menjadi mulia di sisi Allah. Alquran juga bisa menjadikan manusia terhina jika dia mengabaikan dan tidak memperdulikan ajaran Alquran.

Alquran benar-benar berperan sebagai pembeda (Al Furqan) yang hak dan yang batil, yang benar dan yang salah. Alquran merupakan barometer untuk menjadikan seseorang mulia di sisi Allah dan juga terhina. Alquran juga bisa menjadi sumber penyesalan bagi kaum yang tidak mempercayainya.

Apabila nafas sudah sampai di tenggorokan, pintu taubat sudah tertutup, pintu keghaiban sudah terbuka, maka pada saat itulah manusia baru tersadar akan tugas dan tanggung jawab yang telah terlalaikan. Namun penyesalan memang sering datangnya terlambat. Nasi sudah menjadi bubur.

Arang habis besi pun telah binasa. Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna. Walaupun meratap dan melolong sampai ke langit yang ketujuh sekali pun, niscaya ratapan mereka
tidak akan didengar. Allah tak lagi menerima taubat manusia. Walaupun mereka bermohon untuk dikembalikan sekali ke permukaan bumi ini dengan janji untuk menjalankan syariat Islam, namun permohonan mereka tak akan dikabulkan. Pintu taubat benar-benar sudah tertutup, maka menjadilah mereka orang-orang yang menyesal. Mereka berkata ”aduhai celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim” (Al Anbiyaa, 14). Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya

Hal itulah yang terjadi kepada Fir’aun tatkala akan tenggelam di laut merah. Fir’aun baru sadar akan kekafirannya, tatkala nyawanya sudah sampai di tenggorokan. Namun kesadaran itu tidak memiliki arti lagi baginya karena sudah tidak lagi mendapat ampunan dari Allah. Fir’aun tenggelam bersama para bala tentaranya, namun jasadnya dapat diselamat dan dimummikan, yang sampai sekarang masih bisa dilihat di musium negara di Kairo, Mesir. I

tulah orang yang paling merugi hidupnya di permukaan bumi ini. Padahal Allah benar-benar telah memberi peluang kepadanya untuk menerima pelajaran yang benar-benar dapat menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mujizat Nabi Musa. Tongkat Nabi Musa benar bisa berubah menjadi ular dan juga bisa membelah laut. Tapi tak diakuinya.

Nabi Besar Muhammad SAW adalah rasul akhir zaman. Allah memberinya mukjizat yang sangat luar biasa, berupa Alquran yang dapat dibaca, dipelajari dan dipahami oleh ummat akhir zaman. Alquran benar-benar Mujizat yang sebenar-benarnya benar yang mampu menerangkan suatu kebenaran yang sebenarnya mungkin sulit dipahami bagi orang-orang yang hidup pada zaman Rasulullah SAW.

Alquran banyak mengungkapkan tentang ilmu pengetahuan modern yang hanya bisa dipahami dengan mudah bagi orang-orang yang hidup di zaman modern sekarang ini. Bacalah surat Al Isra’ ayat 1 misalnya Allah berfirman yang artinya ”Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al Israa, 1). Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Melalui informasi ini Allah benar-benar menerangkan betapa Nabi Besar Muhammad SAW benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang bukan saja diperuntukkan bagi ummat pada zamannya melainkan sampai kepada ummat akhir zaman. Karena itu mukjizatnya pun akan sangat mudah dipahami bagi ummat yang hidup di akhir zaman. Kalau pada zaman dahulu perjalanan antara Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina bisa ditempuh dalam kurun waktu lebih dari 2 bulan dengan unta maka maka pada zaman sekarang dengan menggunakan kapal terbang bisa ditempuh hanya beberapa jam saja.

Dan bahkan jika menggunakan pesawat supersonik, pasti dapat ditempuh dalam beberapa menit saja. Karena itu perjalanan Isra Mikradj Nabi Besar Muhammad SAW dari Majidl Haram ke Masjidil Aqsha pasti akan mudah dipahami bagi orang-orang yang hidup di zaman modern sekarang ini.

Demikian pula perjalanan Rasulullah ke langit yang ketujuh sampai ke Sidratul Muntaha dan bahkan samapi ke ufuk yang tinggi untuk menerima perintah salat langsung dari Allah SWT juga akan sangat mudah untuk dipahami karena Rasulullah difasilitasi oleh Allah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di alam jagad raya ini.

Sedangkan manusia yang hidup di zaman sekarang ini saja bisa menjelajahi ruang angkasa dengan pesawat supersonik dan juga mampu berkomunikasi antara sesamanya melalui media komunikasi super canggih, apalagi Rasulullah yang mendapatkan fasilitas dari Allah SWT.

Karena itulah peristiwa Isra’ Mikradj Nabi Besar Muhammad SAW yang kita peringati saat ini benar-benar dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT karena semua yang
disampaikan oleh Baginda Rasul itu adalah benar. Hari berbangkit itu benar-benar ada, syurga dan neraka itu benar-benar ada, para malaikat dan ruh itu benar-benar ada, jin dan syaitan itu benar-benar ada dan Allah sebagai Pencipta segalanya baik yang telah kita ketahui maupun yang belum atau yang tidak kita ketahui benar-benar Maha Ada.

Alquran itu benar-benar kalam Allah yang mampu membuka rahasia keghaiban. Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia, sehingga hampir semua rahasia keghaiban itu disampaikan Allah kepada manusia baik melalui Alquran maupun melalui pengalaman Nabi Besar Muhammad SAW.

Alangkah ruginya manusia, andaikan kita masih juga belum mau mempercayai dan mengamalkan ajaran Alquran. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org