| Perusahaan Asing Incar Merpati |
| Selasa, 29 Juli 2008 | |
|
Laporan JPNN, Jakarta
Bakal dilepasnya saham pemerintah di PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) membuat sejumlah perusahaan asing berminat melakukan akuisisi. Agar nilai jualnya tetap tinggi pemerintah lalu meminta jajaran manajemen PT Merpati meningkatkan efisiensi, menyusul memburuknya kondisi keuangan maskapai pelat merah itu. Sebagi langkah penyelamatan, pemerintah akan menjual saham Merpati ke mitra strategis. “Salah satu jalan keluar yang harus ditempuh oleh manajemen Merpati adalah dengan menghentikan penggunaan pesawat-pesawat berbahan bakar boros,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kemarin. Selain itu, maskapai ini juga diminta untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan Merpati. Merpati juga diminta tidak bersaing di rute-rute padat, tapi fokus menggarap rute Indonesia bagian timur. Menhub berharap Merpati meningkatkan pendapatan dari unit-unit usahanya yang dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap keuangan perusahaan. Misalnya, mengoptimalisasikan Merpati Maintenance Facility (MMF) yang merupakan salah satu unit bisnis yang sudah menghasilkan keuntungan. “Yang jelas, Merpati harus segera menegaskan rencana restrukturisasi perusahaan. Untuk itu, besok (29/7) manajemen Merpati diminta melaporkan rencana restrukturisasi mereka,” terangnya. Sebelumnya Menneg BUMN, Sofyan Djalil, mengatakan keadaan Merpati Nusantara Airlines sudah tidak bisa diharapkan lagi bila ditangani dengan cara-cara yang lama. Dia menekankan bahwa Merpati harus ditangani secara menyeluruh, tidak bisa sebagian-sebagian. Sebab, masalah yang ditangani cukup berat. “Dalam kondisi sekarang ini, Merpati sudah tidak sustain lagi. Jadi perlu ada penanganan. Kalau penyelesaiannya sepotong-sepotong, nanti uangnya akan habis,” lanjutnya. General Manager Corporate Secretary Merpati Airlines, Purwatmo mengaku awalnya ada dua opsi untuk melakukan privatisasi, yaitu initial public offering (IPO) dan melakukan strategic sales. Namun setelah digodok ternyata pemerintah cenderung memilih opsi strategic sales. Mengenai kepada siapa Mepati akan dijual, Purwatmo tidak berani menyebutkan. “Ada beberapa perusahaan dalam dan luar negeri yang siap mengakuisisi, ” ungkapnya. Saat ini, konsultan sedang menghitung nilai aset yang dimiliki Merpati. Hal itu dilakukan untuk menentukan berapa saham Merpati akan dijual kepada mitra strategisnya. Saham Merpati sebesar 96,4 persen dimiliki pemerintah, sementara sisanya dimiliki oleh PT Garuda Indonesia. Dia berharap privatisasi itu akan kembali menyehatkan kondisi keuangan Merpati. “Sekarang cash flow sudah mendekati positif,” jelansya. (wir/fiz/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




