Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Kebijakan Terapkan Satu Anak Dicabut
Minggu, 27 Juli 2008
BEIJING (RP) - Pelaksanaan kebijakan satu anak, yang ditetapkan pemerintah Cina ternyata tidak kaku dan segera dicabut. Pemerintah Cina mengizinkan para orang tua korban bencana gempa yang lalu untuk mempunyai anak lagi.

Selain itu, keluarga yang anaknya cacat pun bisa mempunyai anak. Begitu pula dengan keluarga yang mempunyai dua orang anak tapi keduanya cacat, mereka pun mendapat izin yang sama. Pasangan yang menyandang cacat karena gempa tersebut pun diperbolehkan mempunyai anak lagi.

‘’Perubahan ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesulitan keluarga yang anggota keluarganya tewas ataupun terluka akibat gempa Wenchuan 12 Mei lalu,’’ ujar Wang Yukun, Wakil Ketua Badan Legislatif Provinsi Sichuan. ‘’Hal itu juga mencerminkan bahwa masyarakat tetap menduduki tempat yang paling penting dalam rekonstruksi pasca gempa’’.

Sejatinya, selama ini pemerintah berusaha mengendalikan laju pertumbuhan negara terpadat di dunia itu dengan menetapkan kebijakan satu anak. Dan pada kenyataannya, penerapan kebijakan itu cukup efektif dan dapat menekan jumlah kelahiran sejak diterapkan akhir 1970-an. Namun, akibat gempa berkekuatan 7,9 Skala Ritcher yang disebut-sebut sebagai yang terdahsyat dalam 30 tahun terakhir tersebut, tidak kurang dari 70 ribu orang tewas. Dari jumlah tersebut, terdapat anak-anak dari 18 ribu keluarga.

Namun, akibat gempa bumi yang mengguncang Provinsi Sichuan pada 12 Mei lalu, banyak orang tua yang tidak mempunyai penerus lagi. Sebab, mereka kehilangan satu-satunya anak yang dimiliki. Itulah sebabnya, pemerintah pun memberikan kelonggaran dengan mengizinkan mereka mempunyai anak lagi.

Sebelum kelonggaran itu diberikan, banyak orang tua yang marah. Mereka yang kehilangan anak pun menjadi rajin menggelar protes menuntut diadakannya penyidikan. Namun, setelah pemerintah memberikan ganti rugi kepada mereka.

Dilansir China Daily, per bulannya, komisi perencanaan keluarga Provinsi Sichuan memberikan subsidi sebesar CNY 100 (sekitar Rp134 ribu-red). Subsidi tersebut diberikan kepada 5.200 keluarga yang kehilangan anak atau yang anaknya cacat akibat gempa. ‘’Kami sangat memerlukan kehadiran seorang anak,’’ ujar Liu Jinliang, seorang warga Desa Deyang.(dia/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga