Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Sakit Lambung Karena Terhambatnya Aliran Empedu
Sabtu, 26 Juli 2008
Assalamu’alaikum pak Anofi yang saya hormati,
Sudah dua kali saya dirawat di rumah sakit karena keluhan sakit yang saya alami. Keluhan yang saya alami ialah tiba-tiba saja saya sering mengalami sakit sekali pada daerah perut, tepatnya sedikit diatas perut. Kadang-kadang perut sedikit kejang terutama pada daerah ulu hati. Selain itu saya pernah juga mengalami panas yang tinggi sekali, mual dan warna kulit saya berubah menjadi kekuningan.

Dari pemeriksaan terakhir melalui USG dan lainnya diketahui bahwa dalam empedu saya terdapat batu. Akibatnya aliran pada empedu saya menjadi tersumbat dan dianjurkan untuk sesegera mungkin dilakukan operasi. Dalam keadaan ini saya sangat berharap sekali penyakit saya ini bisa disembuhkan di luar operasi.
Harapan, Bapak sudi menjawab surat saya ini. Wassalamu’alaikum.

MISWAR L (47 tahun) Pekanbaru

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Bapak Miswar yth,
Batu empedu (Coletiasis) adalah batu yang terbentuk dalam kantung empedu atau saluran empedu akibat aliran cairan empedu yang terhambat. Pada awalnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala penyakit baru dirasakan apabila saluran empedu telah tersumbat oleh batu yang mengakibatkan peradangan pada kantung empedu tersebut.

Gejala sakit yang timbulkan akibat dari peradangan hampir sama dengan gejala sakit maag atau tukak lambung sehingga sering kali penderita yang salah dalam menganalisanya karena hanya dianggap akibat dari radang lambung semata. Gejala sakit akibat peradangan pada kantung empedu adalah nyeri pada ulu hati disebelah kanan atas menjalar kepunggung dan bahu, mual-mual, muntah, dan dalam keadaan tertentu dapat pula muncul nyeri perut yang hebat yang hilang timbul serta panas yang tinggi.

Batu empedu terbentuk dari proses biokimiawi antara pigmen empedu, kalsium, dan kolesterol yang meningkat, serta akibat dari menurunya hormone esterogen. Kolesterol yang meningkat dan pada saat itu terjadi penurunan dari kadar asam empedu sehingga terjadi kejenuhan yang tinggi yang menyebabkan pengkristalan dari kolesterol. Pengerasan dari sisa makanan yang tidak bisa diolah karena metabolisme yang buruk serta akibat infeksi dari parasit dan kuman yang dapat menjadi inti batu dipercaya juga sebagai faktor penyebab.

Sedangkan perubahan warna pada kulit menjadi kekuningan karena meningkatnya zat bilirubin dalam darah. Zat bilirubin merupakan pigmen (zat warna) empedu hasil pemecahan sel darah merah. Meningkatnya zat bilirubin ini merupakan akibat dari proses penyumbatan saluran empedu oleh batu empedu itu sendiri.

Penggunaan herba obat berkhasiat untuk mengatasi peradangan dan secara perlahan menghancurkan sumbatan oleh batu bentukan dari kristal-kristal pada empedu dan alirannya tesebut. Adapun tanaman obatnya adalah sebagai berikut :

Tongkol jagung masih muda (Zea mays) = 7 buah

Daun Kejibeling (Hemigraphis alternate) = 30 lembar

Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) = 30 lembar

Kunyit (Curcuma domestica) = 30 gram

Merica Hitam (Piper ningrum) = 20 biji

Lidah Buaya (Aloe vera) = 90 gram

Semua bahan dicuci bersih, kunyit dan merica ditumbuk. Rebus semua bahan (kecuali lidah buaya) dengan 600 cc air hingga bersisa lebih kurang 200 cc. Dalam keadaan masih panas saring air rebusan tersebut dan gunakan untuk memblender lidah buaya yang telah dikupas/dibuang kulitnya ditambah madu secukupnya lalu di minum dalam keadaan hangat sebelum tidur. Lakukan konsumsi rebusan obat ini selama sepuluh hari.

Demikian jawaban dari saya semoga Bapak puas dan untuk selanjutnya silahkan konsultasikan dengan herbalist atau dokter. Terima kasih .***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org