Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Punggung dan Tengkuk Sering Sakit
Minggu, 20 Juli 2008
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak Mhd. Anofi pengasuh Rubrik Konsultasi Pengobatan Alamiah (Herbal) yang saya hormati, Saya menghadapi masalah yang sangat menganggu aktifitas didalam pekerjaan.
Punggung sebelah kanan saya terasa sakit sekali pak, terutama ketika saya duduk dalam bentuk posisi apapun punggung bagian kanan saya terasa sakit sekali. Yang ingin saya tanyakan yaitu: Pertama, kenapa waktu duduk dalam posisi apapun punggung kanan saya terasa sakit sekali? Kedua, apa penyebabnya tengkuk juga terkadang terasa kakuk dan nyeri?     

Ketiga, obat apa yang bisa konsumsi secara alamiah? Mudah-mudahan Bapak mau membantu saya mengatasi penyakit yang saya derita.  Atas perhatian Bapak  Anofi saya ucapkan terima kasih. Wassalam.

Rani, Pekanbaru

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Rasa sakit pada punggung  seperti rasa nyeri dan perasaan tidak enak lainnya didaerah punggung disebabkan beberapa hal, diantaranya diakibatkan oleh adanya pengapuran atau osteophorosis, adanya gangguan atau kerusakan pada jaringan syaraf pada otot daerah punggung, dan akibat penyumbatan dan penyempitan  pembuluh darah pada daerah bagian belakang tersebut.

Pengapuran atau osteophorosis adalah suatu akibat dari terjadinya pengikisan dari tulang yang membuat tulang pada daerah pengapuran tersebut menipis dan menjadi rapuh, keadaan ini timbul akibat tubuh kekurangan kalsium dan mineral. Ada juga pengapuran yang diakibatkan terjadinya trauma fisik seperti pernah terjatuh atau pernah mengalami kecelakaan yang membuat kerusakan pada tulang dimana terjadi benturan tersebut, seperti tulang retak dan sebagian ada yang pecah dan pada waktu yang lama akan muncul rasa sakit pada daerah yang terjadi pengapuran tersebut.

Sedangkan rasa sakit yang saudara rasakan pada daerah punggung di waktu duduk tersebut bisa juga  disebabkan oleh kerusakan pada jaringan syaraf  pada otot di daerah punggung.  Sakit yang dirasakan  ditimbulkan oleh peradangan pada otot dan jaringan syaraf. Kerusakan dan perandangan pada jaringan syaraf di daerah punggung juga akan merembet pada daerah panggul dan pinggang, sehingga apabila bagian otot panggul ini tertekan seperti saat duduk maka syaraf pada daerah tesebut akan memberikan respon dengan rasa sakit pada daerah punggung.

Rasa sakit akan terasa lebih hebat apabila daerah yang sakit diberi beban dengan terjadi pergerakan yang berhubungan dengan otot pada daerah tersebut.

Uniknya pada beberapa pasien baik karena adanya pengapuran pada daerah tulang punggung maupun karena gangguan sistim jaringan syaraf, apabila sakitnya berlarut maka keadaan ini turut mempengaruhi pembuluh darah pada tengkuk. Pada situasi begini tekanan darah menjadi tidak normal yang ditandai dengan tengkuk berat, pusing dan sakit kepala.

Pada kasus yang saudara alami, disini Herbalist kesulitan memastikan apa penyebab dari rasa sakit yang di derita karena minimnya data dan riwayat sakit, apakah karena akibat pengapuran tulang (osteophorosis) atau akibat kerusakan syaraf seperti yang Herbalist  terangkan diatas atau karena akibat lainnnya, tentunya bisa diketahui melalui pemeriksan.

Tapi untuk penanggulangan sementara, meringankan dan mencegah untuk tidak terjadinya  akibat yang lebih parah dari rasa sakit yang saudara derita, sebelum diketahui penyebab dari rasa sakit tersebut, disini Herbalist merekomendasikan ramuan obat dari beberapa tanaman herbal yang bisa saudara konsumsi adalah sebagai berikut:

* Akar Pisang Susuk (Abrus pecatorius)    = 100 gram

* Akar Pepaya Jantan (Carica papaya)    =   50 gram

* Purti Malu (Mimasa pudica)        =   20 gram

* Umbi Dewa (Gynura pseudo- china)    =   10 gram

* Biji Pala Muda (Myuristica fragrans)    =     2 biji

Cara meramu: akar pisang, akar papaya dan putri malu terlebih dahulu direbus dengan 3 liter air hingga air mendidih, kemudian tambahkan umbi dewa dan pala, rebus sampai menjadi 1,5 liter air. Minum 2 kali sehari masing-masing 200 cc sekali minum. Ramuan diatas hanya untuk 3 kali pembuatan dengan bahan yang baru setiap kalinya.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org