| Badawi: Tidak Ada Konspirasi Politik |
| Minggu, 20 Juli 2008 | |
|
PUTRAJAYA (RP) - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi kembali menekankan bahwa tidak ada konspirasi politik melawan Anwar Ibrahim. Untuk memastikan kata-katanya itu, Badawi sampai menjamin keselamatan Anwar. Untuk itu, dia pun mengharapkan agar tidak ada seorang pun yang mempercayai anggapan bahwa pemerintah mempunyai rencana untuk mengorbankan ikon oposisi sekaligus demokrasi Malaysia itu.
Adanya anggapan tersebut, diakui Badawi, telah memicu persepsi tertentu dari dunia internasional. Dan dia pun tidak bisa menghentikan pandangan internasional terhadap pemerintah Malaysia. ‘’Mereka mengatakan bahwa tuduhan sodomi yang terjadi sama seperti yang terjadi sebelumnya. Bagaimana kami bisa mencegah bila ada yang mempercayainya,’’ ujar Badawi kepada wartawan, Jumat (18/7). ‘’Semua yang mereka tuduhkan kepada kami sama sekali tidak benar’’. Karenanya, Badawi semua penyidikan terhadap kasus sodomi terhadap Anwar ditangani profesional. Pada kesempatan tersebut, Badawi pun mengaku telah menemui istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, dan wakil Partai Keadilan Rakyat Azmin Ali. Kepada mereka berdua, Badawi menyampaikan jaminannya atas keselamatan Anwar. Selain itu, demi kelancaran penyidikan, Badawi juga meminta agar Anwar bersedia memberikan sampel DNA-nya. Hal itu semata dilakukan untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar tidak bersalah. ‘’Sampel DNA yang dimiliki petugas sudah lama, jadi mereka perlu yang baru. Apa salahnya memberikannya?,’’ imbuh Badawi. Sementara itu, apa yang terjadi di Malaysia itu mengundang perhatian Negeri Paman Sam. Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS Scot Marciel mengharapkan, agar Malaysia segera bisa merampungkan kasus tersebut. Selain itu, senator Joe Biden dari Partai Demokrat yang memimpin Senate Foreign Relations Committee mengaku, sangat terkejut dengan penangkapan terhadap Anwar. Dia pun menuding bahwa hal itu bermotif politik. Dia pun meminta Badawi berhenti menyerang tokoh oposisi secara politik dan agar mulai menghargai oposisi. Di lain pihak, pihak rumah sakit Kuala Lumpur meminta agar Anwar tidak khawatir sampel DNA-nya disalah gunakan. Dan sebagaimana diberitakan, berdasar hukum yang berlaku di Malaysia, tes DNA tidak bisa dilakukan dengan memaksa mengambil sampel DNA seseorang.(dia/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




