| Metode Interogasi Guantanamo Diungkap |
| Kamis, 17 Juli 2008 | |
|
TORONTO (RP)- Kali pertama, metode interogasi tahanan di Penjara Teluk Guantanamo (Gitmo) terungkap Selasa waktu setempat (tadi malam WIB). Itu terjadi setelah rekaman interogasi tahanan termuda di penjara yang dikelola Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) tersebut dipublikasikan tim pengacaranya.
Dalam tayangan sekilas rekaman yang diambil Februari 2003 itu, tampak tahanan asal Kanada Omar Khadr di hadapan tim investigator Canadian Security Intelligence Service (CSIS). ‘’Tolong saya,’’ rengek tahanan yang dijebloskan Gitmo saat menginjak usia 15 tahun itu. Dia ditangkap di Afghanistan, lantas ditahan atas tuduhan membunuh seorang serdadu AS dengan granat tangan, dalam sebuah pertempuran pada 2002. Tim pengacara Khadr mengatakan, video lengkap interogasi itu berdurasi sekitar tujuh jam. Sebab, proses interogasi yang membuat klien mereka sangat tertekan itu berlangsung secara bertahap, empat hari berturut-turut. Video yang menunjukkan ekspresi gundah dan takut pemuda kulit putih itu, konon, direkam staf internal Gitmo. Video berlabel sangat rahasia itu direkam dalam kamera yang disembunyikan di lubang angin. Seorang agen CSIS tampak mencecar Khadr dengan serangkaian pertanyaan tentang keterlibatannya dalam Perang Afghanistan. Mulai pertempuran hingga peristiwa yang membuat dirinya berakhir di Gitmo. Khadr juga sempat memperlihatkan luka di balik seragam oranyenya. Dia mengatakan bahwa akibat luka tersebut, lengannya tidak bisa digerakkan. Apalagi, perawatan yang diberikan tim medis Gitmo tidak memadai. ‘’Sepertinya, luka itu sudah sembuh,” kata agen CSIS tersebut. ‘’Tidak. Ini belum sembuh. Anda tidak tahu seperti apa rasanya di sini,’’ sahut Khadr. Karena jawaban itu, dia malah dituding sengaja menggunakan lukanya sebagai senjata untuk menghindar dari interogasi. Tekanan-tekanan tersebut menyebabkan putra Ahmed Said Khadr yang disebut-sebut sebagai anggota tim finansial Al Qaidah itu tampak sering menangis dan menutup wajahnya. Kendati terlihat adanya tekanan selama interogasi berlangsung, Jubir Pentagon Komodor (Navy) J.D. Gordon tetap membantah adanya penyelewengan di Gitmo. Dia menegaskan, selama berada di bawah pengawasan militer AS, Khadr tidak pernah diperlakukan tidak layak. ‘’Kebijakan yang kami anut adalah memperlakukan seluruh tahanan secara manusiawi. Tidak terkecuali Khadr,’’ tandasnya. (AP/AFP/hep/ami) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




