| Teguran Terakhir untuk Extravaganza |
| Selasa, 08 Juli 2008 | |
|
JAKARTA (RP)-Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengancam akan menghentikan program Extravaganza yang ditayangkan Trans TV. Program yang di antaranya dibintangi Aming, Tora Sudiro, Indra Birowo, Luna Maya, dan Tike itu pernah mendapatkan teguran pada pengumuman program bermasalah periode pertama (1-13 Mei 2008).
‘’Hasil evaluasi hingga kemarin, Extravaganza masih termasuk dalam daftar program bermasalah. Ini merupakan teguran terakhir bagi Extravaganza. Apabila Trans TV tidak segera memperbaiki tayangan tersebut, maka KPI akan meminta tayangan dihentikan,’’ ujar Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat, Drs Yazirwan Uyun di kantornya kemarin (7/07). Selain Extravaganza, pemantauan langsung periode kedua ini juga mendapati ada tiga program bermasalah lainnya. Yaitu, Ngelenong Nyok (Trans TV), One Piece (Global TV), dan Suami-suami Takut Istri (Trans TV). Menurut Yazirwan, program Extravaganza dikategorikan mengandung muatan yang vulgar, menyiratkan seks, melecehkan perempuan, serta tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. ‘’Acara ini tidak pantas ditampilkan pada jam tayang petang, saat anak-anak dan remaja masih banyak menonton TV,’’ ujarnya. Program Ngelenong Nyok dinilai banyak mengandung muatan yang vulgar atau mesum, serta adegan yang melecehkan orang lain. ‘’Terutama kelompok waria dan kelompok dengan ukuran atau bentuk fisik di luar normal, tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan,’’ katanya. KPI menilai acara itu tidak pantas ditampilkan pada jam tayang pagi hari, saat anak-anak dan remaja masih banyak menonton TV. Lalu, untuk program Suami-Suami Takut Istri, persoalan terletak pada banyak tema dewasa seputar kehidupan suami-istri yang tidak pantas ditampilkan pada jam tayang petang yang masih banyak ditonton anak-anak. Tayangan ini juga banyak mengandung muatan yang menyiratkan seks. ‘’Program ini banyak menampilkan tokoh pemain anak-anak, sehingga anak-anak dilibatkan dalam setting yang tidak pantas,’’ kata Yazirwan.(rdl/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




