| Harga Elpiji Capai Rp110 Ribu |
| Selasa, 08 Juli 2008 | |
|
Laporan RPG, Bagansiapi-api
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
PASCA pengumuman pemerintah beberapa waktu lalu terkait kenaikan harga elpiji kapasitas 12 kilogram. Harga komoditi itu di daerah perbatasan mulai merangkak naik. Namun kenaikan itu bervariasi antara satu penjual dengan penjual lainnya, yakni sekitar Rp76 ribu-Rp80 ribu per tabung. Bervariasinya harga elpiji ini setelah RPG melakukan penelusuran disejumlah toko-toko pengecer yang ada di sekitaran Baganbatu, Kecamatan Bagansinembah. Kenaikan elpiji itu sangat dirasakan para konsumen. Namun, mereka mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. ‘’Dengan kenaikan harga elpiji ini, kehidupan kita semakin terjepit. Sebab, dampak kenaikan harga BBM saja masih terasa. Kini, harga elpiji melambung,’’ jelas Armind salah seorang warga kemarin. ‘’Jujur saja, kenaikan elpiji ini sangat memberatkan kita. Tapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Paling hanya sebatas kesal, tak lebih,’’ terangnya. Hal ini disebabkan, lanjut dia, adanya imeg di tengah masyarakat, yakni mayoritas warga yang menggunakan gas elpiji adalah kelompok kelas ekonomi menengah keatas. ‘’Bagi mereka yang memiliki usaha atau kebun kelapa sawit maupun bisnis, mungkin kenaikan ini tidak begitu terasa oleh mereka. Tapi, yang tidak, tentu sangat merasakan dampaknya. Kita memilih menggunakan gas lantaran sulitnya memperolah minyak tanah. Di samping, lebih hemat,’’ ungkapnya. Padahal, tambah Armind, tidak semua warga yang tinggal didaerah perbatasan atau yang lebih dikenal dengan julukan ‘kota sawit’ itutersebut memiliki kebun kelapa sawit. ‘’Jelas tidak semua warga disini memiliki kebun kelapa sawit, melainkan banyak juga warga yang hanya menggantungkan nafkahnya dari menarik becak. Artinya, tentu tidak semua warga itu juga yang memanfaatkan gas elpiji,’’ tambahnya. Hal senada juga turut diungkapkan oleh salah seorang pengguna gas elpiji, Amran. ‘’Saya sangat kaget dengan naiknya harga elpiji yang mencapai Rp80 ribu ini,’’ jelasnya. Untuk itu, ia mengharapkan kepada pemerintah agar segera melakukan pemantauan. ‘’Dengan naiknya harga elpiji ini jelas kami mengharapkan kepada pemerintah agar segera melakukan pemantauan dilapangan,’’ harapnya.(min/eca) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




