Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Polisi Selidiki 10.000 Ton Limbah B3
Selasa, 08 Juli 2008
Laporan SITI KHAEROMAH, Dumai  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Menyikapi terjadinya penumpukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berada dalam karung jumbo diletakkan di hamparan lahan hanya dibatasi oleh tanggul yang terbuat dari tanah, pada Senin (7/7), Kapolresta Dumai AKBP Muharrom Riyadi langsung memerintahkan kepada jajarannya agar melakukan penyelidikan dari keberadaan limbah tersebut.

‘’Hari ini saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim Polresta Dumai agar memulai proses penyelidikan terhadap keberadaan limbah B3,’’ kata Muharrom Riyadi saat dikonfirmasi menyangkut keberadaan limbah B3 tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, sekitar Pukul 11.00 WIB jajaran Sat Reskrim Polresta Dumai yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Dumai AKP Jhon Wesly langsung turun ke lokasi tempat penumpukan limbah B3 tersebut.

Pada saat itu, terlihat limbah B3 salah satu perusahaan sebanyak 10.000 ton yang diletakkan di dalam karung jumbo pada areal terbuka tanpa diberi perlindungan sebagaimana layaknya limbah yang dikategorikan berbahaya, meskipun di sekitar areal limbah tersebut dibatasi tanggul-tanggul setinggi satu meter yang terbuat dari tanah, namun hal itu dinilai masih membahayakan mengingat sebagian besar dari limbah B3 tersebut merupakan limbah cair. Pada kesempatan itu, ketika pihak Sat Reskrim Polresta melakukan pengambilan sampel dan peninjauan lokasi penumpukan limbah.

Usai melakukan pengambilan sampel dan meninjau lokasi tempat penumpukan limbah B3 milik salah satu perusahaan ini, Kasat Reskrim Polresta Dumai AKP Jhon Wesly mengatakan untuk saat ini pihaknya selain melakukan pengambilan sample, juga meninjau lokasi penumpukan limbah B3 di kawasan tersebut juga mengambil keterangan dari penjaga perusahaan tersebut. ‘’Secara kasat mata kita melihat tempat penumpukan limbah B3 tidak layak, karena limbah-limbah B3 tersebut yang berada di dalam karung jumbo hanya dibatasi oleh tanggul dari tanah, sedangkan sebagian dari limbah tersebut merupakan limbah cair, namun untuk mengetahui lebih lanjut kita harus mendatangkan ahli untuk mengetahui dampak serta efek penumpukan dari limbah  tersebut,’’ katanya.

Dia menambahkan, dari keterangan penjaga perusahaan diketahui limbah-limbah B3 itu berasal dari Batam yang merupakan pembersihan tanki dari kapal-kapal tanker pengangkut minyak mentah.

‘’Untuk tahap awal selain melakukan penyelidikan melalui uji sample kita juga akan melakukan penyelidikan siapa pemilik limbah tersebut, karena para penjaga yang kita temui di lokasi perusahaan tidak mengetahui sejauh mana pertanggungjawaban dari pemilik,’’ katanya.

Pihak kepolisian, lanjut Jhon Wesly, setelah mengambil sample, selanjutnya sample limbah B3 tersebut akan dikirim ke laboratorium Polri yang berada di Jakarta, karena untuk mengetahui tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah tersebut berdasarkan hasil uji labor dari sampel yang diambil oleh pihaknya.

‘’Tidak hanya karyawan perusahaan ini yang akan kita panggil untuk dimintai keterangan, tetapi juga pemilik lahan juga akan kita panggil untuk mengatahui sejauh mana pertanggungjawaban perusahaan tersebut yang memberikan izin  menggunakan lahan miliknya untuk dijadikan usaha pengolahan limbah B3,’’ jelasnya.

Di samping itu, Jhon Wesly juga menjelaskan pihaknya dalam tindaklanjut dari keberadaan penumpukan limbah juga akan melakukan, proses penyelidikan terhadap perizinan dari perusahaan juga akan dilakukan pihaknya, sebab sangat tidak mungkin sebuah perusahaan melakukan aktivitas tanpa memiliki izin resmi, apalagi perusahaan tersebut melakukan aktivitas pengolahan limbah B3.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga