| Pulau Rupat Rawan Aksi "Illegal Logging" |
| Selasa, 08 Juli 2008 | |
|
RUPAT (RP) - Kawasan pulau Rupat di nilai sebagai daerah yang rawan aksi ilegal logging. Ini didukung dengan letak geografis pulau yang berada di kawasan Bengkalis tersebut yang jauh dan sulit di pantau. Kondisi ini membuat para pelaku leluasa dan kendati sudah dijaring, mereka cenderung kembali melakukan aksi serupa.
Pengakuan salah seorang pemuka masyarakat Rupat, Amir Hamzah, aksi Ilog ini marak di sejumlah desa di Rupat, seperti Desa Tanjung Kapal, Titi Akar, Cingam dan lainnya. ‘’Desa-desa itu merupakan sarang aksi pembalakan liar selama ini,’’ katanya. Diakui Amir Hamzah, luasnya wilayah pulau Rupat membuat pelaku selama ini main kucing-kucingan dengan aparat keamanan, walau sudah cukup banyak juga yang tertangkap. Aksi pembalakan itu sendiri diduga melibatkan toke-toke di luar pulau Rupat dengan memanfaatkan masyarakat tempatan sebagai pekerja balak. ‘’Mereka merupakan pemain lama yang sering beroperasi di Pulau Rupat,’’ katanya. Salah satu sentra tempat lalu lintas kayu tersebut sebut Amir, diantaranya Selat Morong yang langsung menuju Selat Melaka, apalagi di perairan tersebut jarang dilakukan patroli oleh aparat keamanan. Semua kayu hasil jarahan dari hutan Rupat ini diselundupkan ke Malaysia. Dengan kondisi inilah Amir mengharapkan aparat keamanan menempatkan tim patroli khusus di perairan Rupat ini. Menyikapi ini, Kapolres Bengkalis melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Maulana Marpaung menegaskan, jajaran kepolisian senantiasa melakukan patroli rutin di seluruh kawasan yang selama ini menjadi jalur lintas kayu ilegal. Termasuk Pulau Rupat, hampir setiap minggu di wilayah tersebut selalu dilakukan penyitaan kayu-kayu illegal serta beberapa pelaku juga sudah banyak yang ditangkap.(kaf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




