Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Kabinet Eks Rusli Zainal di Tangan Wan Abubakar
Selasa, 08 Juli 2008
Gajah mati meninggalkan gading, gubernur berhenti meninggalkan kabinet yang akan mengingatnya suatu saat nanti. Tapi, bagaimana kalau kabinet terakhir yang dibentuk tersebut, tiba-tiba diubah oleh pimpinan setelahnya?Itulah yang kini menjadi salah satu perbincangan terhangat di Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang akan menjadi gubernur definitif paling lambat 21 Juli 2008 ini, Drs H Wan Abubakar, dalam waktu dekat akan mengubah Susunan Organisasi Tatalaksana (SOTK) yang telah disusun sebelumnya oleh HM Rusli Zainal yang kini sudah mundur.Tentu saja, yang gregetan, berdegap-degup, bukan hanya Rusli Zainal atau biasa disapa RZ. Orang yang didudukkan RZ di jabatan-jabatan tersebut tentu saja gregetan. Maklum, sebagian mereka bahkan belum sebulan merasakan empuknya kursi tersebut.

Ada pula yang takut dicopot karena persoalan politis. Maklum, selama RZ menjadi gubernur dan Wan Abubakar menjadi wakil gubernur, penentuan pejabat daerah ini memang sering tarik menarik. Bahkan, Wan cenderung terzalimi karena jarang dilibatkan RZ, seperti yang dituliskan Wan dalam bukunya yang berjudul Meminta Maaf kepada Rakyat.

Tak dapat dipungkiri, jabatan asisten, kepala dinas, kepala badan, atau jabatan-jabatan lain di eselon II dan III adalah jabatan yang menggiurkan. Bukan hanya bagi personal dia, tapi juga orang yang meletakkannya. Kabinet yang disusun oleh seorang pemimpin, selalu saja berpatokan pada kepentingannya, terutama kepentingan politis. Maka, ketika RZ sudah menyusun kabinetnya, dan dalam waktu dekat akan diubah oleh Wan Abubakar, maka RZ dan kabinetnya tentu saja megap-megap.

Tapi, apakah Wan Abubakar akan mengubah kabinet sekarang dengan semangat balas dendam atau perubahan? Kalau Wan mau balas dendam, memang sekaranglah saatnya. Bagaimanapun, selama hampir lima tahun disebutnya dalam bukunya dia terzalimi, maka sisa waktu sekitar empat bulan adalah masanya dia balas dendam. Merasa tertekan, tak dipedulikan, tak dilibatkan, dianggap hanya kacangan, atau semua keluh kesah yang diungkapkannya dalam buku fenomenal tersebut, akan terbalaskan sudah.

Tapi, apakah Wan akan melakukannya? Kalau kita melihat pola berpikir Wan dan visi dan misinya yang dituliskannya dalam buku tersebut, pastilah Wan tidak akan melakukan itu. Wan adalah sosok yang –katanya—terzalimi namun paling mudah memberikan maaf. Wan juga sosok negarawan yang tidak menginginkan balas dendam, apalagi mengacaukan negeri yang dia cintai ini. Wan juga tidak akan bermain api dengan membuat keputusan SOTK yang kontroversial.

Bola memang sedang berada di tangan Wan. Dia mau berbuat apa saja, juga susah dibendung. Tapi kita sebagai masyarakat Riau, tentu punya harapan besar kepada negarawan seperti Wan. Kita merindukan sikap arif dan bijaksana yang dimiliki Wan. Sikap yang ikhlas, yang tidak mengedepankan emosi sesaat dengan mengorbankan kepentingan masyarakat Riau secara keseluruhan.

Kita menunggu aksi Wan. Kita berharap agar Wan dapat ”membalas dendamnya” dengan membuktikan bahwa dia akan membuat kabinet seperti yang diidam-idamkannya demi kemajuan bangsa yang dia cintai ini. Kita tunggu sifat bijaksana Wan.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga