Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Wapres Minta Investor Jepang Sabar Setahun
Senin, 07 Juli 2008
ImageJAKARTA (RP) – Pemerintah meminta asosiasi investor Jepang yang tergabung dalam Jakarta Japan Club tidak buru-buru merealisasikan ancaman untuk mengalihkan investasinya ke Cina. Langkah itu bakal diambil investor Negeri Sakura menyusul pemadaman listrik di sejumlah kawasan industri di sekitar Jakarta.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta investor Jepang sabar menunggu pasokan listrik dari pembangkit listrik proyek-proyek 10 ribu MW pada Juni 2009. “Sabar dulu, ini lagi diatur agar krisis listrik selesai tahun depan. Ini bukan omong kosong karena Juni 2009 sudah masuk 1.000 MW dari pembangkit di Banten dan Indramayu,” ujar Kalla di sela kunjungan kerja ke Palembang kemarin (6/7).

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) M.S. Hidayat mengakui telah menerima surat keluhan dari Jakarta Japan Club tentang kerugian bisnisnya akibat pemadaman listrik. Surat itu diterima Kadin pada 3 Juli lalu. Surat keluhan juga diikirimkan Duta Besar Jepang untuk Indonesia.

Ketua Asosiasi Industri Perlampuan dan Listrik Indonesia John Manoppo menambahkan, sekitar 400 perusahaan Jepang di Indonesia merugi lebih dari Rp 48 miliar sepanjang ke Sabtu-Minggu.

“Kita minta mereka (investor Jepang) ikut memeratakan pemakaian listrik dengan mengoptimalkan Sabtu-Minggu, karena dua hari itu ada penurunan beban puncak konsumsi listrik 1.000 MW, karena kantor-kantor tutup sehingga AC tidak jalan. Pilihannya hanya dua, mau pemadaman bergilir atau bekerja bergilir. Mereka pilih bekerja bergilir,” tuturnya.

Wapres mengakui pemerintah tengah mengkaji tarif dan cost produksi listrik swasta (independen power producer) karena kenaikan harga komoditas batu-bara internasional. “Kita evaluasi kalau harga batu-bara naik begini. Tarif kita separuh dibandingkan India. Kalau listrik swasta bisa USD 4 sen. Kalau geothermal dan hidro kita naikkan,” katanya. (noe/oki)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org