| Solidaritas Lazio di Juventus |
| Senin, 07 Juli 2008 | |
|
Laporan JPNN, Turin
Keinginan Juventus memboyong Dejan Stankovic mendapat kecaman dari para fans. Mereka menilai, pemain asal Serbia itu tidak layak membela La Vecchia Signora (julukan Juventus). Di tengah kondisi yang kurang menguntungkan bagi Stankovic itu, Pavel Nedved buka mulut untuk membelanya. Menurut Nedved yang awet menjadi bintang di Juventus itu, Stankovic adalah sosok yang diperlukan Juve. ”Aku mengenal Stankovic. Dia pemain yang kuat dan aku ingin bermain bersamanya,” tegas Nedved di sela-sela latihan pra-musim bersama Juventus seperti dilansir Goal. Nedved dan Stankovic memang cukup dekat. Mereka pernah bersama di Lazio pada 1998 sampai 2001. Duet keduanya di lini tengah mampu mengantarkan Biancoceleste (julukan Lazio) merebut scudetto. Nah, kedekatan itulah yang menggugah solidaritas Nedved ketika Stankovic dikecam suporter. Tidak hanya Nedved yang membela Stankovic. Pelatih Juventus, Claudio Ranieri, menegaskan dia akan tetap memboyong Stankovic. Dia akan tetap merekrut gelandang yang tajam mencetak gol itu meski mendapat penolakan dari Juventini, julukan fans Juve. ”Semua sudah disepakati manajemen dan kenyataannya keperluan tim akan figur seperti Stankovic sudah sangat vital,” ujar Ranieri. Dalam sesi latihan pra-musim pertama Juventus di Pinzolo, tembok-tembok di sekitar lokasi latihan dipenuhi poster-poster bernada protes dan penolakan soal Stankovic. Di sebuah poster yang berasal dari kelompok garis keras Viking protes bernada ancaman bahkan dipajang dengan tinta merah.”Anda meludahi kepercayaan kami. Anda takkan menginjakkan kaki di tanah Juve!” bunyi tulisan dalam poster itu. Meskipun sudah berusia 29 tahun, Stankovic merupakan pemain yang bisa diandalkan. Masa depan Stankovic sendiri di Inter makin tak jelas dengan kehadiran pelatih Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal ini telah mengungkapkan akan memboyong Frank Lampard atau Ricardo Quaresma dalam timnya. Apalagi, Mourinho sempat mengatakan kalau dia akan mendepak Stankovic ke tim junior. Kondisi ini yang membuat Stankovic tak lagi betah bertahan di San Siro dan menawarkan diri dalam masa transfer ini. ”Saya yakin setelah dua atau tiga pertandingan awal, mereka akan melupakan gelombang protes ini,” pungkasnya. (zul/ang/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




