Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Arsene Wenger Frustrasi dengan Sistem Transfer
Senin, 07 Juli 2008
LONDON (RP) – Hengkangnya pemain serta kenaikan gaji yang diajukan beberapa anak buahnya di Arsenal membuat Arsene Wenger senewen. Pelatih asal Prancis itu kini mengaku frustrasi dengan persoalan yang membelit timnya.

Wenger mengatakan bahwa jumlah uang adalah biang kerok dari masalah yang melanda The Gunners (julukan Arsenal). Menurut Wenger, sistem transfer telah mengubah seorang pemain sepakbola tidak ubahnya serdadu bayaran. Akibat sistem itu, Wenger mengatakan Arsenal kemungkinan akan “dipaksa” menjual pemain bintangnya setiap tahun dalam dua dekade ke depan karena memang klub perlu uang.

‘’Strategi klub ini adalah menjual pemain setiap tahun, dan membeli pemain yang tidak terlalu mahal,’’ kata Wenger kepada surat kabar News of the World seperti dilansir Goal. ‘’Kami harus menjaga semua ambisi klub di level domestik dan Eropa. Selama kami menggunakan semua surplus yang kami peroleh untuk melunasi utang pembangunan stadion, dan itu akan berlangsung sampai lebih 17 tahun,’’ sambungnya.

Saat ini Arsenal harus membayar cicilan utang untuk pembangunan Emirates Stadium sebesar 24 juta pounds atau sekitar Rp450 miliar per tahun. Beban finansial ini membuat Wenger kesulitan memenuhi tuntutan kenaikan gaji yang disodorkan pemain bintangnya.

Emmanuel Adebayor misalnya, saat ini striker yang diminati FC Barcelona dan AC Milan itu meminta kenaikan gaji sampai 400 persen. Yaitu dari semula hanya 30 ribu pounds Rp570 juta menjadi 120 ribu Pounds (Rp2,2 miliar) per pekan. Alexander Hleb juga menginginkan hal yang sama. Sedangkan Mathieu Flamini telah mengambil keputusan hengkang ke AC Milan, karena yakin Arsenal tidak mungkin memenuhi tuntutan kenaikan gajinya.

Karena tidak mungkin klub memenuhi semua tuntutan itu, Wenger kini dilanda keputusasaan. ‘’Seandainya saya punya kekuatan untuk mengubah sesuatu yang mendasar dalam sepakbola, maka sistem transfer yang kali pertama akan saya ubah. Sebab, sistem itu telah membuat pemain sepakbola tak ubahnya serdadu bayaran,’’ tegasnya pelatih yang mengarsiteki Arsenal sejak musim 1996 itu.

“Saat ini yang terjadi adalah jika ada pemain yang performanya buruk, maka dia akan bertahan di satu klub. Tapi jika dia merasa tampil bagus, mereka pasti berpikiran untuk mencari klub baru yang siap memberinya uang dalam jumlah lebih besar. Saya sudah telah berupaya agar mereka mendapatkan gaji yang jauh lebih baik. Tapi saya juga meminta mereka menghormati kontrak,’’ bebernya.(ali/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga