• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Senin, 08 September 2008 || 7 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportBungkam Kritik

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaKloter Haji Pertama Berangkat 5 November

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Sebulan Buron, Pejabat Kampar Menyerah
Sabtu, 05 Juli 2008
ImagePEKANBARU (RP) - Setelah melarikan diri  dan menjadi buronan selama sebulan, akhirnya pejabat Kampar, Kepala Dinas Kimpraswil R Setia Budi, Jumat (4/7) sekitar pukul 09.00 WIB menyerahkan diri ke Polda Riau. Pria yang terlibat kasus dugaan  proyek fiktif pengadaan alat berat senilai Rp1,3 miliar itu, menyerahkan diri didampingi pengacaranya M Haris.

Wajahnya terlihat gugup ketika berhadapan dengan wartawan dan dicecar dengan sejumlah pertanyaan. Terlebih saat ditanya tentang kemana saja selama sebulan terakhir. Dia mencoba menenangkan diri dengan menjawab pendek bahwa dia berada di Jakarta untuk urusan dinas selama sepekan.

Selanjutnya dia mengarah ke ruang penyidikan bersama Kasat III Ditreskrim Bidang Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) AKBP Ahmad Kartiko juga mengacaranya M Haris. Sepanjang jalan menuju ruang penyidikan, pertanyaan yang diarahkan kepadanya hanya dijawab satu-satu. Hingga akhirnya ketika hendak masuk ke ruang penyidikan, dia sempat ditanya tentang penahanan terhadapnya.

Dengan mata merah dan sedikit gugup dia berucap siap ditahan, jika itu memang prosedur hukum.

”Saya akan mematuhi aturan hukum, jika memang itu adanya. Bahkan jika harus ditahan, saya siap,’’ ucapnya sambil berlalu memasuki ruang penyidikan.

Sementara di tempat yang sama Kapolda Riau, Brigjen Hadiatmoko didampingi Kabid Humas AKBP Zulkifli, mengatakan Setia Budi akan diperiksa terlebih dahulu dengan status sebagai tersangka . Lalu selanjutnya disebutkan Hadiatmoko, pihaknya akan melakukan penahanan terhadapnya.

”Dua tim yang kita bentuk dan memburunya ke Jakarta dan Kampar sudah siap-siap menangkapnya. Namun dia yang sembunyi di Padang Panjang keburu menyerahkan diri,’’ sebut Hadiatmoko sambil menambahkan dia tidak hanya ke Jakarta tapi juga ke Bandung, Padang dan Padang Panjang.

Disinggung tentang tersangka lainnya termasuk kontraktor proyek pengadaan alat berat senilai Rp1,3 Miliar itu. Sambil tersenyum, Hadiatmoko mengatakan pihaknya tengah melakukan pencarian. Meski keluar negeri sekalipun tetap akan dikejar.(mng)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org