| PPP Riau Kecewa pada PKS |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
PEKANBARU (RP) - PPP Riau menyayangkan adanya statement bahwa kegagalan dibangunnya koalisi, karena PPP tidak mampu melengkapi persyaratan yang ditetapkan PKS. DPW dan DPP PPP diakui sudah menyelesaikan seluruh persyaratan yang ditetapkan PKS, mulai rekomendasi Wan Abu Bakar sebagai calon gubernur dari DPW dan DPP PPP, finansial, sampai calon wakil dari PKS.
‘’Kita sangat kecewa, padahal semuanya sudah deal. PKS saja yang tidak mau. Jadi jangan dibilang PPP gagal memenuhi apa yang menjadi keinginan PKS. Bahkan PPP sudah menyerahkan rekomendasi DPW PPP diserahkan pada tanggal 9 Juni 2008, serta rekom dari DPP tanggal 12 Juni 2008 di Hotel Sheraton Cengkareng di Jakarta. Kita menyerahkan langsung ke DPP PKS,’’ ungkap Wakil Ketua DPW PPP Riau Azwir Alimuddin kepada Riau Pos, Jumat (4/7) di Gedung DPRD Riau. Azwir mengharapkan jangan ada justifikasi persoalan kegagalan koalisi karena PPP tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan PKS. ‘’Memang PPP memiliki keterbatasan ‘’amunisi’’ dalam menghadapi dan mengikuti Pilkada. Namun hal tersebut bisa didiskusikan dan dikompromikan kembali. Saya rasa itu bukan persoalan tanpa ada jalan keluar.,’’ terang Azwir. Dalam ranah atau dalam ruang politik, sesungguhnya persoalan finansial dan cost politic ini bisa didiskusikan. Azwir menyebutkan, jika ada yang mengatakan PPP tidak solid itu salah besar. Karena selama ini PPP Riau sangat solid untuk memenangkan calon yang diusungnya. Sebagaimana diketahui koalisi antara PPP-PKS akhirnya gagal. Kegagalan ini berimbas tidak jadinya Wan Abu Bakar sebagai calon gubernur yang diusung PPP maju dalam Pilkada Riau. Sedangkan PKS sendiri dalam Pilkada ini mengambil sikap abstain atau tidak mendukung satu pasangan calon yang maju. Sikap abstain yang diambil PKS menurut Ketua PKS Amin Triawan beberapa waktu lalu, karena ada tiga faktor yang tidak bisa dipenuhi oleh calon gubernur yang diinginkan PKS. Selain syarat cost politic, PKS juga menetapkan syarat ketokohan, dan memiliki mesin politik yang kuat. Amin membantah bahwa kegagalan koalisi antara PKS dengan partai lainnya termasuk dengan PPP hanya persoalan cost politic. Banyak aspek yang menjadi pertimbangan. Sikap abstain dalam Pilkada Riau merupakan sebuah bukti bahwa PKS tidak memperjualbelikan partai untuk Pilkada.(wws) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






