| Inflasi Mendekati 11,2 Persen |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi antardepartemen untuk menjamin inflasi akhir tahun akan mencapai target, yaitu 11,25 persen.
“Target inflasi 11,25 persen harus dijamin. Sedangkan Departemen Perdagangan bertugas menjaga supaya tidak terjadi kelangkaan stok bahan pangan agar suplai dan pasokan aman dan tidak ada gejolak harga di pasaran,” katanya di Jakarta, Jumat (4/7/2008). Menurut Mari, diperlukan langkah komprehensif agar inflasi bisa dikendalikan akibat kenaikan bahan bakar minyak. Dia mengakui inflasi Juni sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) melampaui perkiraannya semula, yaitu 2,1 persen. Mari menyatakan kenaikan harga makanan dan minuman (mamin) tidak signifikan karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas internasional.Sementara itu, pengamat ekonomi Iman Sugema mengatakan pemerintah harus bekerja keras agar inflasi tidak melebihi 11,25 persen di akhir tahun. Iman menyatakan kenaikan harga bahan pokok akan memicu inflasi lebih tinggi lagi. “Pemerintah juga harus menjamin tidak ada kenaikan BBM lagi, sebab inflasi akan melambung dengan naiknya BBM,” ungkapnya. Realisasi inflasi pada Juni 2008 secara tahunan tercatat sebesar 11,03 persen. Adapun dengan perkembangan tersebut, inflasi pada Januari-Juni 2008 telah mencapai 7,37 persen atau lebih tinggi dibandingkan pada waktu yang sama tahun 2007 yaitu sebesar 2,08 persen. Demikian disampaikan Gubenur BI Budiono dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2008). Mempertimbangkan faktor risiko serta tekanan pada inflasi bulan-bulan ke depan, BI memperkirakan keseluruhan tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5 -12,5 persen. Sedangkan untuk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang baik sehingga berdampak positif terhadap kestabilan nilai tukar. Adapun untuk cadangan devisa sampai dengan akhir Juni 2008 tercatat 59,5 miliar dolar AS atau setara dengan 5,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Realisasi inflasi pada Juni 2008 secara tahunan tercatat sebesar 11,03 persen. Adapun dengan perkembangan tersebut, inflasi pada Januari-Juni 2008 telah mencapai 7,37 persen atau lebih tinggi dibandingkan pada waktu yang sama tahun 2007 yaitu sebesar 2,08 persen. Gubenur BI Budiono dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2008). Mempertimbangkan faktor risiko serta tekanan pada inflasi bulan-bulan ke depan, BI memperkirakan keseluruhan tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5 -12,5 persen. Sedangkan untuk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang baik.(int/jpnn/fiz) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






