• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Ahad, 07 September 2008 || 6 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportBungkam Kritik

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaKloter Haji Pertama Berangkat 5 November

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Lee: Daya Tarik Global Beralih ke Cina dan India
Sabtu, 05 Juli 2008
SINGAPURA (RP) – Mentor Menteri (MM) Singapura Lee Kuan Yew mengatakan, pusat pesona dunia sedang beralih ke Timur terutama ke Cina dan India. Lee mengatakan, kecenderungan ini menyebabkan perubahan permanen dalam konsumsi dunia dan berpengaruh besar pada perubahan ekonomi dunia secara fundamental. “Kunci kesuksesan Cina terletak pada keberhasilannya dalam mendidik dan mengubah pola pikir masyarakat,” kata dia dalam wawancara yang dipublikasikan, Kamis (3/7).

Dalam wawancara televisi tersebut, Mr Lee mengutarakan pandangannya tentang kepemimpinan Cina saat ini, bagaimana Cina berubah, dampak dan pengaruhnya pada dunia.

Pada 1978, dua tahun setelah perpecahan kelompok beraliran kiri, Gang of Four, pemimpin tertinggi Cina Deng Xiaoping langsung mereformasi ekonomi dan menempatkan Cina pada kemajuan bersejarah.

Pada tahun yang sama, Deng mengunjungi Singapura dan bertemu dengan perdana menteri saat itu, Lee Kuan Yew. Selama 30 tahun berikutnya, MM Lee sudah bertemu dengan para pemimpin tinggi Cina sejak Mao Zedong.

Negara Modern
Ketika ditanya apakah menurut dia Barat terbuka untuk menerima Cina sebagai negara modern, Lee menegaskan, “Saya tidak melihat ada pilihan lain. Apakah Anda akan menerima atau tidak, itu tidak tergantung pada apakah Anda menyukai Cina atau tidak. Pertanyaannya adalah, apakah Cina akan mencapai level itu? Jika Cina tidak terjerat konflik dengan Amerika Serikat (AS), Jepang, Rusia atau India dan tidak berniat melibatkan diri dalam konflik, kecuali soal Taiwan, saya kira negara itu akan berkembang maju.”

Di Cina saat ini, permintaan akan komoditas seperti bahan pangan, konsumsi, mobil, dan perjalanan telah menjadi ‘tren tetap’, dan mengakibatkan kenaikan harga pangan dan minyak.

Lee membantah pemikiran bahwa Cina bisa meledak dalam konflik jika penyebaran kekayaan tidak merata antarprovinsi. Dia menambahkan, Cina mempunyai sistem politik yang stabil ketika terjadi suksesi kekuasaan.

Lee mengatakan, sistem politik Cina begitu kokoh dalam merotasi orang-orang berbakat di puncak pemerintahan, sehingga tidak seorangpun menjadi ‘panglima perang sipil’ di setiap provinsi. Selama pusat masih kuat, kata dia, tidak akan ada panglima perang sipil karena mereka sudah tahu apa yang sedang terjadi selama tahun-tahun berkuasanya orang-orang seperti itu. “Saat ini, tentara dirotasi, para kepala polisi pun dirotasi, begitu pula para pejabat partai dan pegawai pemerintah. Jadi Anda tidak mempunyai kelompok permanen di pucuk pimpinan. Selalu ada perubahan struktur pada banyak kelompok yang berbeda-beda dari daerah yang berbeda-beda pula,” kata dia.(jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org