• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 06 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teroris Sempat Incar Bukittinggi
Sabtu, 05 Juli 2008
Kafe Dedudel  Jadi Target
PADANG (RP) - INI adalah  fakta terbaru yang terungkap dari penangkapan gembong teroris di Palembang. Dari penelusuran yang dilakukan Mabes Polri salah kelompok ini sempat mengincar dan akan mengebom Kafe Dedudel, Kampung China, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers kemarin mengatakan, Hasan adalah rantai yang membuka jaringan Palembang di mana polisi telah berhasil membekuk 10 orang tersangka. Lelaki 35 tahun itu dibekuk Densus 88/Antiteror Mabes Polri pada Sabtu 28 Juni di Sekayu, Banyuasin, Sumsel.

Polisi mencium posisi guru bahasa Inggris itu setelah pemerintah Singapura mengeluarkan  red notice (daftar pencarian orang) atas diri Hasan yang dituduh terlibat JI.  “Dia juga terkait dengan Kastari yang lari,” tambah Abubakar.

Kastari Menyusup
Terbongkarnya jaringan teroris Palembang oleh Densus 88/Antiteror Mabes Polri menyingkap fakta baru. Polisi mendapat keterangan dari para tersangka bahwa buron nomor satu pemerintah Singapura Kastari telah menyusup masuk ke Indonesia. Kini polisi terus bergerak mengecek dan memburu Kastari yang diperkirakan telah menyeberang ke Pulau Jawa.

”Benar begitu. Dia (Kastari, Red) ada di sini,” kata seorang sumber di lingkungan Mabes Polri kemarin. Namun, sumber tersebut tak merinci dari mana lelaki yang pernah memalsukan namanya menjadi Edy Hariyanto untuk mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP) Sidoarjo itu berhasil menyusup ke Indonesia. ”Yang jelas, kami mencari dia di segala penjuru. Dia kan sudah punya pengalaman di negeri ini,” tambahnya.

Kastari yang lahir di Kendal, Jawa Tengah, 47 tahun silam pernah ditahan di Riau dan Medaeng, Surabaya, akibat memalsukan identitas. Wajah dan aksen bicaranya yang hampir tak bisa dibedakan dengan orang Indonesia kebanyakan membuat dia mudah beradaptasi di Indonesia. Sesudah menjalani masa pidana di Indonesia, Kastari diekstradisi ke Singapura pada 3 Februari 2006.

Di sana dia ditahan karena keterlibatannya dengan Jamaah Islamiyah (JI) di bawah Internal Security Act tanpa proses pengadilan. Namun, pada 27 Februari 2008, Kastari yang berjalan pincang karena pernah melompat dari lantai II gedung Polda Riau berhasil melarikan diri dari penjara kelas satu Whitley Road Detention Center. Sejak itu, perburuan Kastari dimulai.

Soal  Kastari juga disinggung Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers di Mabes Polri kemarin (3/6). Namun, jenderal bintang dua itu tak menyebutkan soal penyusupan Kastari ke Indonesia, melainkan soal keterlibatan Kastari dengan Hasan –sebelumnya ditulis H–, warga Singapura yang dibekuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Selama di Indonesia Hasan mengajarkan kemampuan merakit bom kepada orang-orang di Palembang yang berasal dari segala penjuru di Indonesia, termasuk Solo. Salah satu yang mendapatkan pelatihan untuk merakit bom adalah AT alias M, 35, amir Forum Anti Pemurtadan (Fakta) Palembang. Bersama AT, Hasan menjadi pimpinan kelompok teror dan sempat berencana mengebom Kafe Dedudel, Kampung China, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

AT juga dituduh polisi terlibat percobaan pembunuhan dan penganiyayan pendeta Joshua di Bandung pada 2005. Dalam catatan koran ini, yang dimaksud dengan pendeta Joshua adalah Joshua A., pendeta gereja ortodoks di Bandung. Modusnya, dia pura-pura dijemput untuk diundang karena ada jemaat yang perlu dikunjungi. Sampai di tengah perjalanan, dia dijerat lehernya, tapi  berontak dan lari. Kejadiannya di Lembang, Bandung. Pelakunya, antar lain, Sultan Qolbi alias Asa Dullah alias Arsyad yang telah dipidana di Maluku.(rpg/bud)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga