| Keluarga Royan Minta Maaf |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
PEKANBARU (RP)-Keluarga besar Ahmad Royan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau, khususnya umat Islam. Maaf diminta karena kekhilafan salah satu anggota keluarga, yaitu Bulyan Royan dalam melaksanakan amanah.
Hal itu dikatakan H Ismail Royan, adik kandung Bulyan Royan, Jumat (4/7) di kediamannya, di Komplek Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru. Dikatakannya, selain meminta maaf, keluarga juga meminta doa masyarakat, agar musibah dapat dijalani dengan ikhlas dan sabar. ‘’Kami akan introspeksi apa yang terjadi selama ini,’’ ucapnya. Keluarga, jelasnya, akan terus memberikan dukungan kepada Bulyan. ‘’Kami tetap mendoakannya. Dia tetap bagian dari keluarga kami,’’ jelasnya. Terkait penangkapan Bulyan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ismail tak mau mencampuri terlalu jauh. ‘’Kami tak mau berburuk sangka. Yang jelas KPK punya alat canggih. Saat ini Bulyan telah menunjuk pengacaranya dari Jakarta,’’ ucapnya. Terkait pemberitaan selama ini di media massa, Ismail merasa perlu menjelaskan dan meluruskannya. Bulyan Royan, bukanlah pimpinan Pondok Pesantren Babussalam. Dia adalah pimpinan Pondok Pesantren Ar-Royan. Selain itu, rumah di Jalan Kenanga Pekanbaru, bukan pula milik Bulyan. ‘’Rumah itu milik saya dan Pesantren Babussalam dibangun oleh ayah kami Ahmad Royan. Namun kini, pimpinan pesantren di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru itu telah diamanahkan ke Ismail Royan. Jadi bukan dipimpin Bulyan Royan,’’ jelasnya. Ismail menyebutkan pertama kali mengetahui penangkapan Bulyan oleh KPK melalui televisi. Namun sebelumnya ada juga kerabat yang bertanya tentang penangkapan itu. ‘’Pastinya yang setelah melihat di televisi,’’ imbuhnya. Memang, awalnya penangkapan ini berdampak pada psikologis keluarga. ‘’Tapi secepatnya kami menyadari bahwa ini adalah takdir dari Allah. Kita bunya takdir masing-masing. Sekali lagi saya katakan kami ikhlas dan menerima ujian ini,’’ ungkapnya. Ismail tidak menyangkal Bulyan ditangkap di Plaza Senayan.(rnl) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






