Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

article thumbnailRadja Tampil Funky di Pekanbaru obat rindu

Senin, 24 November 2008

PEKANBARU (RP) - Harmoni aksi panggung personel Radja, Ian Kasela (vokal), Moldy (gitar), Indra (bas), dan Seno (drum), mampu menghipnotis ribuan Radjaku (sebutan untuk fans Radja) di Lapangan Awal...

Kasus Bulyan, PNS Rendahan Dibidik
Sabtu, 05 Juli 2008
JAKARTA (RP) - Terkait kasus penangkapan anggota DPR RI Bulyan Royan, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) hanya akan memanggil pejabat golongan menengah ke bawah Departemen Perhubungan yang terkait kasus suap tender kapal patroli. Di sisi lain, pejabat golongan II setingkat Direktur malah tidak dinon-aktifkan.

“Saya sudah tandatangani surat pembebasan tugas sementara untuk dua pejabat, yaitu saudara Tansean P Malau dan Didik Suhartono, “ ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Effendy Batubara di gedung Dephub kemarin. Malau adalah Kasie KPLP (golongan IIIc) yang di dalam tender ditunjuk sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), sementara Didik adalah Kasie di pangkalan Tanjung Priok (golongan VIa) yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Tender.

Effendy mengatakan, penonaktifan Direktur KPLP, Djony Algamar belum bisa dilakukan saat ini karena bukan wewenangnya. Dirjen hanya mempunyai wewenang menonaktifkan pejabat golongan III ke bawah. Sedangkan pegawai negeri sipil (PNS) setingkat Direktur, golongan II, menjadi kewenangan Menteri Perhubungan. “Tidak ada diskriminasi, saya juga sarankan Menteri untuk menon-aktifkan saudara Djony Algamar,” lanjutnya.

Hingga kemarin KPK belum memeriksa satupun pejabat Dephub yang terlibat dalam tender itu. Namun KPK sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada beberapa pegawai lain yang terlibat dalam ke-panitiaan tender. Beberapa panitia tender akan dimintai keterangan KPK pada 8 Juli nanti. Itupun hanya beberapa pejabat rendahan yang dipanggil. “Pemanggilan itu untuk 5 sampai 7 orang panitia tender, termasuk pak Didik. Sedangkan Pak Malau dan pak Djony tidak (dipanggil KPK),” tuturnya.

Penonaktifan diberlakukan, menurut Effendy, bukan karena pejabat Dephub tersebut terbukti menerima suap dari pemenang tender. Menurut dia, penonaktifan tersebut hanya sebagai upaya untuk memperlancar proses hukum yang dilakukan KPK. Itu sekaligus untuk meringankan beban kalau misalnya nanti kedua orang tersebut diperiksa KPK. “Kita sudah siapkan penggantinya, jadi pekerjaaan mereka tidak akan tercecer,” tandasnya.

Penon aktifan Tansean P Malau tertuang dalam surat Dirjen Perhubungan Laut bernomor UK 19/212/F/DJPL.08 dan untuk Didik Suhartono bernomor UK.19/212/F/DJPL.08. Sedangkan surat usulan penon aktifan Djony Algamar tertuang dalam surat bernomor UK23/3/11/DJPL.08. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Dephub, Bambang S Ervan, salah satunya sudah mengundurkan diri sebelum dinonaktifkan. “Pak Malau sudah mengundurkan diri sebelum surat penonaktifan turun,” ungkapnya.

Tender pengadaan 20 kapal patroli berbahan fiberglass tersebut sudah ditandatangani pada 23 Mei lalu. Dimenangkan oleh lima perusahaan galangan kapal, antara lain, PT Carita Boat Indonesia (pimpinan Budi Suhaemi), PT Proskuneo Kadarusman (pimpinan Kresna Santosa), PT Bina Mina Karya Perkasa (pimpinan Dedy Suharsono), PT Sarana Fiberindo Marina (pimpinan Dra Lies Kurniawati), PT Febrite Fiberglass (pimpinan Supratno Ramli).

Meski pelaksanaan tender terindikasi suap, namun Effendy menolak untuk membatalkan proyek pengadaan 20 kapal tersebut. Sebab menurutnya, kebutuhan kapal penjaga lauit dan pantai sangat banyak.(jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pro Otonomi

article thumbnailGubri Ajak Kabupaten/Kota Bersama Bangun Riau

PEKANBARU (RP)- Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE...

article thumbnailDua Kapal Malaysia Ditangkap

Jaring Ikan di Perairan Riau Laporan DAHLAN,...

Berita Lainnya
191108.jpg
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google

VALUTA ASING

4-Des-2008 / 08:08 WIB
Kurs Jual Beli
USD 12625.00 11625.00
SGD 8289.20 7607.20
GBP 18664.90 17115.90
AUD 8204.50 7508.50
JPY 136.04 124.19
EUR 16050.60 14743.60
sumber: Bank BCA
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga
article thumbnailPemilu 2009Jangan Tertipu Janji Politik

Senin, 24 November 2008

PEKANBARU (RP) -Rakyat diminta agar jangan tertipu janji-janji manis oleh aktor politik yang selalu muncul dalam siklus lima tahunan. Sebab, janji-janji selalu ditebar untuk meraup suara.

Simak Juga
article thumbnailMetrokrimJual Sie Jie, Kakek Ditangkap Buser

Senin, 24 November 2008

Pria Lajang Juga Dibui karena Kasus yang Sama Laporan MUSLIM NURDIN, Tenayanraya muslim-nurdin@riaupos.co.id Lagi, tiga pria penyuka judi togel ditangkap Tim Buser Polsekta Tenayanraya. Ketiga pria...

Simak Juga

Lowongan Kerja

Yahoo! Hot Jobs

Pojok

Akbar: JK layak RI 1.
Muji, ade maksod ye...

Lima desa di Merbau gelap gulita.
Di Pekanbaru, dah sering, Long?

Lagi, banjir ancam dua kelurahan.
Waspadalah Ncek!
 
Wapres: Indonesia tak berarti tanpa Riau.
Pujian saje juge tak berarti, Ncek!

Disdikpora kewalahan salurkan DAK Rp2,3 M.
Mustahel...ngabes tak bise?

Kabupaten Meranti tunggu rekomendasi Gubri.
Kabupaten meranti?
 
Riaupulp PHK 1.000 Karyawannya.
Dah tak ade jalan laen lah tu... saba ye...

RZ-MM Dilantik.
Selamat menempuh hidup (yang) baru... syabas!

Tes tertulis penerimaan CPNS penentu.
Yang tak tertulis juge menentukan Tuan...
 
Aulia Pohan Diperiksa KPK Lagi
Tunggulah besan die balek, Long!

Lima Kelompok Ajukan Izin Demo
Bukan untok lombe, kan Ncek?

Awas! Pekanbaru Berpotensi Bencana
Jike diitung...dah banyak memang...
 
MoU Buru Koruptor Diteken KPK dan FBI
Habes tu, jangan lupe ambek honor... hehehe...

Wapres Saat Pelantikan RZ-MM Tak Menginap
Tak makan durian dulu ke...

Fotokopi Pengumuman Penerimaan CPNS Laris
Macam musem buah, beserak di mane-mane...
 
14 RS Layani Daerah Tertinggal
Angen surge tu, Long?

Tiga Tersangka Illegal Logging Ditangkap
Ai...maseh ade rupenye..

Hentikan Ceceran Tanah Timbun di Jalan
Macam musem buah, beserak di mane-mane...