• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 30 Agustus 2008 || 27 Syakban 1429 Hijriah
Total SportSaatnya Juara

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSepakati Multi Tafsir Perjuangan Pers

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

article thumbnailKebakaran Hebat di Inhil, 300 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Jumat, 29 Agustus 2008

TEMBILAHAN (RP) - Kebakaran hebat melanda pemukiman warga Parit 13 Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (28/8) sekitar pukul 14.40 WIB. Dalam waktu lebih kurang...

article thumbnailKomunikasi & BisnisPromo Merdeka Tinggal 3 Hari Lagi

article thumbnailKomunikasi & BisnisSharp Merdeka

Dari Penangkapan Tersangka Teroris di Palembang
Sabtu, 05 Juli 2008
Anak SMP pun Sudah Dilatih Perang
Jaringan teroris yang ada di Sumsel ternyata sudah siap untuk melakukan regenerasi dan melakukan rekruitmen para anggota baru. Rekruitmen diutamakan kepada remaja dan anak-anak.

Laporan JPNN, Palembang
Pengungkapan jejaring terorisme di tanah air, terutama di Sumatera Selatan, semakin luas. Tapi satu hal yang menarik, ternyata di bekas tapak jaringan teroris di Palembang, ditemukan fakta yang memiriskan hati, yaitu adanya anak-anak muda di tingkat SMP yang dilatih perang.

Hal ini terungkap dari keterangan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Ito Sumardi DS SH MH MM MBA ketika diwawancarai wartawan saat hendak meninggalkan ruang kerjanya di Mapolda Sumsel kemarin petang.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan, teroris ternyata sudah sedemikian mudah masuk ke wilayah-wilayah di Sumsel, seperti di OKI,” ujar Ito yang juga mantan Kapolda Riau ini. Dilanjutkannya bahkan ada beberapa temuan disana ada buku-buku dan CD yang mengajak orang untuk berjihad dan lebih berbahaya lagi disalah satu pesantren anak-anak SMP diajari perang-perangan, selain itu orang-orang itukan masuknya dengan memalsukan identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga, hal ini harus kita usut tuntas, apakah ada kolusi atau tidak dan menjadi evaluasi kita bersama dengan jajaran terkait.

Ungkap Jenderal berbintang dua ini lebih lanjut “Masalah utamanya kan sudah ditangani, sisanya kita dari Polda mungkin akan melakukan penyelidikan lanjutan, guna menyelidiki apakah masih ada tersangka lain atau sisa-sisa barang bukti, Densus 88 kita kan sekarang bergerak terus, tidak mungkin kan orang Mabes disini terus-terusan. Fokus kita sekarang memulihkan kondisi sumsel pasca penangkapan.” Urai Pria yang akan menyelesaikan pendidikan S3 nya ini.

Ditanya apakah Teroris yang ada disumsel berkaitan dengan jaringan Slamet Kastari dan Noordin M Top, Ito enggan berkomentar. Yang jelas kita sudah ada permintaan dari pihak kepolisian Singapura terkait penangkapan ini, yang pasti ada kerjasamanya,” Kata Ito sambil naik ke mobil Dinasnya dan meninggalkan para wartwanan.

Pasca ditangkapnya empat orang jaringan teroris di desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OgAN Komering Ilir (OKI). Pihak Polres OKI yang dipimpin oleh Waka Kompol M Rendra S SIK, Kamis (3/7) berhasi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan jaringan teroris.

Menurut Kapolres OKI AKBP Drs Yudhi Faizal SH MH yang didampingi Waka Kompol M Rendra S SIK dan Kasat Reskrim AKP Yury Nurhidayat SIK kepada wartawan kemarin bahwa hasil penggeledahan ditiga tempat pasca ditangkapnya Ani Sugandi, Ali Musadi, Rohman dan Toni berhasil menemukan barang bukti yang berkaitan dengan teroris.

Dari rumah Ani Sugandi pimpinan Ponpes Al-Furqon Baitussuffah yang berada di Rt 03 Blok C desa Bumi Arjo Lempuing berupa 1 buahn Hard Disk, 1 unit CPU, 1 kotak dan 1 tas VCD tentang jihad, 15 buah buku tentang jihat, satu buah sangkur, 1 buah tas yang berisikan dokumen, 1 buah pedang dan satu tombak.

Di Ponpes sekitar 100 meter dari rumah Ani Sugandi diamankan sebanyak 1 buah CPU, sejumlah buku-buku jihad, 1 buah senjata mainan terbuat dari kayu yang digunakan murid-murid atau santri untuk latihan perang-perangan. Serta ditempat ketiga di mushola dekat rumah Toni berhasil ditemukan sebuah HP Nokia 8250 milik Toni.

Dalam rangka untuk menumpas habis jaringan teroris dan memantapkan keamanan di Kabupaten OKI, kata Kapolres, pihaknya pada kamis (10/7) mendatang akan mengundang seluruh pimpinan Ponpes yang ada di Kabupaten OKI.

Berdasarkan pantauan JPNN di Blok C, D, E, F, G, H, I dan J desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI kemarin terlihat masih lengang, namun banyak terdapat kumpulan ibu-ibu yang ngumpul mungkin masih menggunjingkan penangkapan terhadap empat warga desanya oleh Densus 88 AT Mabes Polri beberapa hari lalu.

Seperti dikatakan salah seorang warga desa Bumi Arjo, Parji kepada Koran ini kemarin menyebutkan bahwa sebenarnya kami sdah dua bukan sebelumnya sudah menaruh curiga bakal ada sesuatu yang terjadi di desa Bumi Arjo, karena sejak dua bulan ini banyak orang yang datang mencurigakan, ada yang datang malam-malam dengan menggunakan mobil mewah hanya untuk mancing di sungai lewat Ponpes.

Namun warga tidak berani untuk menghampiri ada orang yang mancing tersebut, tapi setelah siang harinya barulah warga menemukan ada bekas bungkusan nasi bungkus yang tersisa di pinggir sungai.

Polisi Juga Buru Husaini

Satu persatu jejaring pelaku teror Singapura yang masuk ke Indonesia tercium polisi pasca penangkapan Hasan alias Fajar Talsin, 35, dan kaki tangannya. Setelah mendapatkan informasi jika Slamet bin Mas Kastari, 47, telah menyusup kembali ke Indonesia, kini polisi kembali bersemangat memburu Husaini.

Dia adalah anggota jaringan Jamaah Islamiah (JI) Singapura yang namanya juga telah dimasukkan red notice Interpol dan dipastikan masih berada di Indonesia. ”Husaini, Hasan, dan Kastari sudah sejak Januari 2002 lalu masuk ke Indonesia. Kini kita baru dapat Hasan dan yang dua masih kita cari,” kata sumber di Mabes Polri kemarin.

Kastari Cs melarikan diri dari Singapura setelah negeri Singa itu melakukan operasi besar-besaran jaringan JI di awal 2002. Mereka bertiga menyusup masuk naik kapal lewat pelabuhan Belawan, Medan. Oleh otoritas Singapura, mereka diburu pasca rencana peledakan Bandara Changi, Singapura, yang gagal. Selain ketiga nama itu, saat itu, sebenarnya ada dua orang lain yang menyusup masuk ke Indonesia. Mereka adalah Ishak dan Rosid. ”Untuk kedua orang itu kami belum bisa pastikan apakah masih ada di Indonesia. Terakhir mereka ada di Jateng dan Jatim. Yang jelas Kastari memang kenal baik kondisi Indonesia setelah kini dia kembali ke sini,” tambah sumber yang lain.

Kastari, tokoh sentral Jamaah Islamiah kelahiran Kendal, Jawa Tengah, yang melarikan diri dari penjara kelas satu Whitley Road Detention Center Singapura pada 27 Februari 2008 telah masuk kembali ke Indonesia. Lelaki yang berjalan pincang karena pernah melompat dari lantai II gedung Polda Riau dan bermata juling itu ditangkap di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada Februari 2003. Pada 3 Februari 2006 dia di ekstradisi ke Singapura dan akhirnya kabur.

Informasi telah masuknya Kastari ke Indonesia akhirnya dibenarkan oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Jenderal bintang empat itu mengatakan jika pihaknya akan menindaklanjutinya dengan menyebarkan foto Kastari ke seluruh Indonesia supaya masyarakat ikut mencari dan mengenali ciri-ciri yang bersangkutan ”Media tolong membantu (penyebaran),” pintanya. (jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

advertisement

 

Pro Otonomi

article thumbnailTesso Nilo Jadi 100.000 Hektare

PEKANBARU (RP) - BABAK baru untuk penyaelamatan...

article thumbnailPelindo-Pemkab Siak Teken MoU

PEKANBARU (RP)- Pelindo I Pekanbaru melakukan...

Berita Lainnya
Tidak ada gambar

StopGlobalWarming.org

Google

VALUTA ASING

29-Agt-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9200.00 9100.00
SGD 6515.15 6420.15
GBP 16854.25 16616.25
AUD 7973.35 7851.35
JPY 85.09 83.51
EUR 13588.02 13414.02
sumber: Bank BCA
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailKedai Kopi Massa Kok Tong Lirik Pekanbaru

Jumat, 29 Agustus 2008

PEKANBARU (RP) - Kedai Kopi Massa Kok Tong yang sudah beroperasi sejak 1925 silam, kini hadir di Pekanbaru dengan lokasi di samping Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kedai kopi khas Siantar ini...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailElpiji Tembus Rp105 Ribu

Jumat, 29 Agustus 2008

Pertamina: Jangan Beli di EceranKOTA (RP) — Pertamina baru saja menaikkan harga elpiji tabung isi 12 kilogram dari Rp63 ribu menjadi Rp69 ribu. Tapi, harga itu rupanya tak berlaku...

Simak Juga
article thumbnailPilgubri 2008Chaidir Tolak Politik Dagang Sapi

Jumat, 29 Agustus 2008

PEKANBARU (RP) - Calon Gubernur Riau drh Chaidir MM menolak berpolitik dengan cara dagang sapi. Cara tersebut, dijelaskan dia tidak sesuai dengan hati nuraninya sebagai seorang intelektual.

Simak Juga
article thumbnailMetrokrimPemilik Rumah Kos Tewas

Jumat, 29 Agustus 2008

Leher Digorok, Kepala DipukulKOTA (RP) - WARGA Jalan Nenas, Gang Teladan, RT 06/RW 03, Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, Kamis petang (28/8) heboh. Pasalnya, di rumah petak dua yang dijadikan...

Simak Juga

Lowongan Kerja

Yahoo! Hot Jobs

Pojok

Semua Cagubri miliuner

Dah nak Ramadan nie, banyak sedekah Pak Long.

Belum jelas, isu mutasi pejabat Pemprov

Atau belom boleh dijelaskan, Pak Ngah?

Komitmen PLN makin dipertanyakan

Kedap-kedip macam maen mate ye, Wak?