| Jalan Terjal Timnas Merah Putih Menuju Piala Asia 2011 |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Jalan terjal harus dihadapi tim nasional (Timnas) Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Asia 2011 di Qatar. Sebab, Indonesia tergabung di Grup B bersama tim-tim tangguh. Ada nama Australia, Oman, dan Kuwait.
Melawan ketiganya jelas tidak mudah bagi Indonesia. Statistik pertemuan terakhir menjadi parameternya. Di mana, skuad Merah Putih tidak bisa menang dari ketiganya. Di tangan Oman, Indonesia ditekuk 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 24 Juni 2007. Melawan Australia, di pertemuan terakhir 2005 silam, Pasukan Garuda menyerah 0-3. Sedang melawan Kuwait, Indonesia hanya bermain imbang 0-0 kali terakhir bersua di Piala Asia 2000. ”Apakah perjalanan sejarah akan tetap sama? Tentu tidak. Jika dulu kami kalah, bisa jadi nanti giliran kami yang menang,” optimis Hamka B Kady, Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Bagi BTN, segala kemungkinan masih bisa terjadi di sepakbola. Kisah sukses Spanyol, Turki, dan Rusia di Piala Eropa lalu menjadi cerminan BTN. Meski tidak diunggulkan, tapi nyatanya mereka mampu meraih prestasi di gelaran Piala Eropa 2008. Karena itu, Timnas Indonesia tidak kendur nyalinya. Indonesia tetap optimis menghadapi babak penyisihan Piala Asia 2011 yang akan dihelat mulai 14 Januari 2009 hingga 3 Maret 2010. ”Tidak ada kata menyerah sebelum pertandingan. Semua harus dihadapi. Dan kami harus yakin bisa melewati rintangan tersebut,” tegas Hamka. Toh Indonesia juga sudah punya pengalaman untuk itu. Melalui perjuangan yang tidak mudah di kualifikasi, toh akhirnya skuad Merah Putih bisa tampil di tiga edisi final Piala Asia. Yakni putaran final Piala Asia 1996, 2000, dan 2004. ”Namun agar bisa lolos ke Piala Asia 2011, tentu kami tidak hanya mengandalkan optimisme semata. Kami juga harus memperbaiki diri serta lebih mematangkan tim,” kata Hamka.(fim/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






