| Aragones Tiba di Turki |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
ISTANBUL (RP) - Setelah beberapa kali mengelak sudah membuat deal, kepastian Luis Aragones menangani Fenerbahce akhirnya tidak bisa dibantah lagi. Kemarin, pelatih yang baru saja mengantarkan Spanyol menjadi juara Euro 2008 itu sudah tiba di Istanbul, Turki.Pelatih yang 28 Juli mendatang genap 70 tahun itu, kemarin tiba di Bandara Barajas dan langsung diserbu puluhan wartawan yang sudah lama menanti kedatangannya. Begitu mendapat kesempatan, kalangan media langsung memberondongnya dengan pertanyaan yang membuat Aragones terlihat jengah. ‘’Kami tengah memainkan sepakbola seperti halnya sirkus,’’ kata Aragones menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan kenapa dirinya memilih meninggalkan Spanyol padahal ada wacana Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) untuk memperpanjang kontraknya dua tahun lagi. Di Spanyol, kini beredar rumor bahwa saat perjalanan pulang ke Spayol dari Austria, di dalam pesawat terbang para pemain Spanyol membuat kesepakatan mereka akan bermain hanya jika dilatih Aragones. Aragones membeberkan, bahwa dirinya sudah lama membuat rencana untuk mengakhiri kebersamaan dengan skuad La Furia Roja (julukan timnas Spanyol). Tapi, pelatih tertua yang berhasil memenangkan trofi Piala Eropa itu mengakui bahwa setelah timnya menjadi jawara Euro 2008, sempat terbesit dalam benaknya untuk batal mundur dan meneruskan melatih Iker Casillas dua tahun lagi. ‘’Saya sudah mendengar jika dalam internal federasi ada yang menginginkan saya tetap tinggal. Tapi ternyata mereka tampak tidak serius untuk melakukannya atau berbicara dengan saya. Karena itu saya memutuskan tetap pergi,’’ beber mantan pelatih Atletico Madrid ini. ‘’Kini saya meninggalkan timnas Spanyol dengan perasaan lega karena sudah melaksanakan pekerjaan dengan bagus,’’ lajutnya. Kedatangan Aragones ke Istanbul ini untuk menandatangani kontrak selama dua tahun bersama Fenerbahce. Ini adalah kali pertama Aragones mengarsiteki tim di luar Spanyol dalam 34 karirnya sebagai pelatih. Secara resmi, Aragones baru akan dikenalkan kepada publik bersamaan dengan dengan press release program pre-season yang akan dijalani tim. Rencananya, Fenerbahce akan melakoni program pre-season di Austria, negara dimana Aragones baru saja berhasil mengantarkan Spanyol sebagai tim terbaik Eropa. Dukung Bosque Sementara itu nama Vicente Del Bosque santer disebut-sebut sebagai pengganti Luis Aragones. Tapi, mantan pelatih Real Madrid itu belum juga nongol di markas Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Kalau begitu, benarkah kalau Del Bosque adalah sosok pelatih yang diharapkan mengganti posisi Aragones? ‘’Dewan pengurus RFEF sedang berusaha mencari pelatih, dan saya bisa memberikan konfirmasi kalau kami tengah berbicara dengan Del Bosque,’’ kata Angel Maria Villar, Presiden RFEF kepada Reuters. Media setempat menyebutkan, kalau Del Bosque sebetulnya sudah sepakat dengan tawaran yang diajukan federasi. Dan kemungkinan, dia akan segera ditetapkan sebagai pengganti Aragones dalam dua pekan mendatang. Aragones sendiri, ternyata juga mendukung keinginan federasi untuk merekrut pelatih yang dua kali mempersembahkan gelar Liga Champions buat Madrid itu. Menurutnya, Del Bosque adalah sosok yang pas untuk mengganti posisinya. ‘’Apa yang pasti adalah dia (Del Bosque) akan melakukan tugasnya dengan baik. Dia pelatih yang sudah memenangi banyak trofi,’’ kata Aragones kepada harian Marca seperti dilansir Associated Press. ‘’Saya harap semua pihak akan membantunya, dan para pemain seperti yang pernah saya katakan kepada mereka, yaitu terus bekerja keras untuk merengkuh banyak gelar lagi dan mempersembahkan kebahagiaan untuk publik Spanyol,’’ sambung Aragones. Sementara itu, ditunjuknya Del Bosque sebagai pelatih baru timnas Spanyol itu mengakhiri masa ‘’pengangguran’’ pelatih berusia 57 tahun tersebut. Setelah meninggalkan Besiktas pada musim panas 2005, dia belum mendapat job pengganti.(ali/bas/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





ISTANBUL (RP) - Setelah beberapa kali mengelak sudah membuat deal, kepastian Luis Aragones menangani Fenerbahce akhirnya tidak bisa dibantah lagi. Kemarin, pelatih yang baru saja mengantarkan Spanyol menjadi juara Euro 2008 itu sudah tiba di Istanbul, Turki.
