| KIB Jadi Gerbang Kemajuan |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
Laporan Abu Kasim, Siak
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
SIAK (RP) - Kawasan Industri Buton (KIB) yang saat ini sedang digesa pembangunannya, bakal memberikan akses yang luas bagi perkembangan industri di Indonesia dan akan menjadi gerbang kemajuan Kabupaten Siak. Ini setelah indutri di Perawang mulai redup, seiring dengan sulitnya bahan baku kayu. ‘’Kita melihat ada kemajuan yang besar di KIB. Ini juga akan menjadi pintu gerbang menuju kejayaan Siak. KIB juga memiliki potensi yang sangat besar, karena letaknya yang sangat strategis,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Siak Irfan Gunawan ST kepada wartawan, Jumat (4/7) di Siak. Menurut Irfan, saat ini pembangunan pelabuhannya sudah dikerjakan oleh Departeman Perhubungan dan diperkirakan awal 2009 sudah selesai. Tapi ada hal yang masih merisaukan masyarakat, setelah KIB ini terwujud, yakni mampukah masyarakat Kabupaten Siak bersaing. Karena kata Irfan, kawasan industri biasanya dikuasai oleh orang-orang luar yang memiliki skil lebih. Sedangkan masyarakat lokal menjadi pononton. Makanya KIB yang juga bagian dari Kecamatan Sungaiapit, cukup membuka peluang bagi tenaga kerja lokal untuk segera mempersiapkan diri. Untuk itu menjelang KIB terwujud menjadi sebuah kawasan industri, para pemuda di Sungaiapit dan Siak umumnya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin di bidang SDM dan keterampilan. ‘’Tanpa skiil dan keterampilan yang cukup, maka peluang kerja yang terbuka lebar diwaktu KIB beroperasi, harus dipersiapkan sejak awal dari sekarang,’’ ungkap Irfan yang juga Ketua DPK KNPI Kabupaten Siak. Sejalan dengan tuntutan masyarakat Sungaiapit yang mendatangi DPRD, ini merupakan bentuk kekhawatiran masyarakat dalam menatap masa depan KIB. Karena saat ini saja masyarakat sepertinya terabaikan dengan keberadaan beberapa pelabuhan dan perusahaan. Makanya agar kekhawatiran ini tidak terjadi, Irfan meminta pihak terkait membuat langkah konkret dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat. Baik mempersiapkan SDM yang handal maupu mempersiapkan skiil masyarakat yang patut dipertimbangkan untuk dapat berperan dalam pengelolaan KIB. ‘’Kita tahu masyarakat di Kecamatan Sungaiapit skiil-nya sangat kurang, tapi kalau sejak sekarang dipersiapkan, maka ini tidak menjadi persoalan di masa akan datang. Tapi saat ini persiapan menjelang tuntasnya pembangunan KIB belum terlihat, sehingga masyarakat dihantui kekhawatiran yang berlebihan,’’ ujarnya. Seharusnya kata Irfan lagi, saat ini Dinas Tenaga Kerja maupun instansi lain sudah mempersiapkan wadah pembinaan, khususnya skiil masyarakat. Sehingga ketika KIB ini terbuka masyarakat tidak canggung dan khawatir. Tapi saat ini masyarakat hanya memikirkan diri sendiri bagaimana bisa berkerja sebagai buruh pelabuhan. ‘’Kondisi seperti ini sangat menyedihkan, apalagi masyarakat masih berkutat kepada ganti rugi KIB, sedangkan mereka tidak dibekali ilmu dalam menghadapi KIB persaingan,’’ ujarnya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






