• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Ahad, 07 September 2008 || 6 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Pulau Jemur Rawan Illegal Fishing
Sabtu, 05 Juli 2008
Laporan MURYADI, Panipahan      Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KAWASAN perairan Pulau Jemur di Kecamatan Pasir Limau Kapas paling rawan terhadap pencurian ikan (illegal fishing). Didalangi kapal berteknologi modern, paling banyak dilakukan oleh nelayan asal Belawan, Tanjung Balai Asahan dan sejumlah negara tetangga.

Penegasan itu dikemukakan Camat Pasir Limau Kapas Binhar Jamil, Jumat (4/7) menyikapi sejumlah kiat yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan dibantu aparat keamanan lokal yang berada di masing-masing kecamatan. Katanya, dalam menjalankan kejahatan illegal fishing, tak jarang para pelaku dan nelayan memanfaatkan kekuatan pihak tertentu terutama menghadapi jikala berpapasan dengan nelayan tradisional.

‘’Maka ketika itu benar-benar terjadi, tak urung nelayan tradisional terdesak. Jika melawan, maka buruk akibatnya lebih-lebih semasih berada dilaut lepas,’’ sebut Binhar mengulas kejahatan pencurian ikan kerap dilakukan dalam jumlah besar, dengan barikade kapal-kapal bertonase berat dan berteknologi mutakhir.

Berbicara soal waktu, Binhar menyebut tidak dapat memastikan kapan saja waktu para bajak-bajak laut itu merambah keperairan Pulau Jemur khususnya. Sebab bila merunut berbagai temuan lapangan, kapal-kapal pukat ikan itu pada umumnya memiliki satelit pantau dimana mampu memprediksi komunitas ikan dibawah laut. Sehingga dalam sekejap melaksanakan aksinya, kapal-kapal pukat ikan itu mampu meraup belasan ton ikan hanya untuk satu kali operasi.

Pernah satu ketika seperti disampaikan Binhar, sekitar Desember tahun lalu ditemukan 12 kapal pencurian ikan bertonase berat melakukan penangkapan ikan di Pulau Jemur. Masa itu, aparat keamanan yang berada di Panipahan berkebetulan melakukan pengawasan laut bersama sejumlah anggota DPRD dan menemukan langsung. Sehingga upaya pengusiran paksa ditempuh berbekalkan segenap kekuatan yang ada.

Akibat tindakan hukum tersebut, kapal-kapal pukat ikan kabur meninggalkan seluruh alat tangkap yang sedang beroperasi menghindari kejaran petugas. Walau kabur, belasan kapal asal Belawan dan Sumatera Utara itu khususnya ditengarai telah meraup tangkapan dalam jumlah besar.

‘’Kasus-kasus seperti itu, paling banyak terjadi disekitar Gugusan Kepulauan Arwah. Sampai suatu ketika, kapal-kapal pengawas perikanan yang kini rutin dilapangan dapat mencegah dan menangkal dari sekian kasus yang masih saja terjadi dilapangan,’’ tukasnya.

Insiden demi insiden seperti diutarakan Binhar, sebenarnya kerap terjadi seperti aksi pembakaran kapal pencurian ikan yang tertangkap baik oleh petugas maupun oleh masyarakat. Aksi brutal warga itu sebenarnya lebih pada pelampiasan amarah akibat pencurian itu merugikan nelayan-nelayan tradisional dari Rokan Hilir.

‘’Efek jera itu pasti ada. Namun demikian, karena dalam jumlah para pelaku cukup banyak maka sebanyak itu pula kasus serupa terus terulang,’’ tutup Binhar.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga