| Duri Gelap Selama Satu Bulan |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
Malam Padam Empat Jam, Siang Hari Dua Jam
DURI (RP) - Warga Kota Duri dari berbagai kawasan mengeluh, listrik tiap sebentar padam. Kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak Selasa (1/7) lalu. ‘’Kami warga Sebanga protes. Masak tiap sebentar lampu kami mati, tidak kira siang atau malam, pagi maupun sore hari,’’ ujar Supriandi, warga Jalan Utama Kelurahan Talang Mandi, Duri, pada Riau Pos, Jumat (4/7). Menanggapi keluhan warga, Manajer PLN Ranting Duri, Said Amiruddin, Jumat (4/7) kepada Riau Pos membeberkan kenapa kondisi listrik di Duri saat ini hidup-hidup mati. ‘’Pasokan arus berkurang. Untuk Duri terjadi defisit 4 megawatt pada malam hari dan 2 megawatt pada siang hari. Karenanya terpaksa dilakukan pemadaman bergilir,’’ jelas Said. Dikatakan, defisit pasokan arus tersebut, terjadi lantaran tidak beroperasinya PLTU Ombilin karena persoalan pasokan batubara. PLTG Pauh Lima Padang dan PLTG Teluk Lembu Pekanbaru yang dalam masa pemeliharaan juga makin memperburuk kondisi pasokan arus listrik. Penyebab lain adalah karena berkurangnya debit air di tiga PLTA, masing-masing PLTA Kotopanjang, PLTA Singkarak dan PLTA Maninjau. Disebutkan, pemadaman bergilir tidak hanya berlangsung di Duri tetapi meliputi wilayah Sumbar, Riau dan Jambi. Khusus untuk Duri, setiap malam terjadi dua kali pemadaman, masing-masing selama dua jam. Sedang pada siang hari terjadi sekali pemadaman dengan rentang masa dua jam. Mengingat krisis listrik yang tengah melanda wilayah Sumbar, Riau dan Jambi saat ini, para pelanggan PLN di Duri diminta mempertebal rasa kesabaran mereka. Apalagi menurut Said, pemadaman bergilir ini diperkirakan akan berlangsung sekitar satu bulan sejak 1 Juli lalu hingga 30 Juli mendatang. Dalam pemadaman bergilir ini, wilayah kerja PLN Ranting Duri dibagi dalam delapan kawasan. Tiap kawasan akan mendapat jatah pemadaman bergilir satu kali pada siang hari dan dua kali dua jam pada malam hari. ‘’Defisit pasokan arus 4 MW tiap malam setara dengan kebutuhan listrik untuk sekitar 15.000 pelanggan. Sementara defisit 2 MW arus pada siang hari setara dengan kebutuhan delapan sampai sepuluh ribu pelanggan,’’ jelas Said Amiruddin lagi.(sda) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






