| Dishut Tangkap Alat Berat di Tahura |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
PEKANBARU (RP) - Operasi pengamanan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim yang digelar Dinas Kehutanan (Dishut) dan Polisi Kehutanan (Polhut) di Tahura Jumat (4/7) sore berhasil mengamankan satu alat berat jenis eskavator di dalam kebun sawit yang terdapat di dalam Tahura tersebut.Operasi pengamanan dipimpin Wakil Ketua Tim Pengamanan, Said Nurjaya SH dan Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Konservasi Dishut Riau Embiyarman SHut T MP. Operasi yang dijalankan sekitar 16 orang ini berhasil mengamankan alat berat pada posisi 34 derjat 00.00 lintang utara dan 068 derjat 54 22 lintang timur. Operasi yang dijalankan setelah tim mendapatkan informasi adanya alat berat yang sedang bekerja menggali parit di dalam kawasan hutan Tahura. Tim yang mendapat informasi ini langsung bergerak dengan menggunakan lima unit mobil menuju ke lokasi yang sudah diinformasikan. Namun sampai di lokasi yang diinformasikan, tim sedikit kecewa karena di lokasi tim tidak menemukan alat berat yang dimaksud. Tim hanya menemukan parit yang digali sekitar dua meter, diduga parit ini digali bertujuan untuk menghindari masuknya gajah ke dalam kebun sawit tersebut. Meskipun begitu tim tidak putus asa, dengan berbekal ilmu yang ada, tim mengikuti jejak eskavator yang terlihat masih baru, usaha ini tidak sia-sia dengan mengikuti jejak yang ditutup dengan daun-daun kelapa sawit tim menemukan eskavator yang disembunyikan di dalam kebun sawit. Tim pun langsung mengamankan alat berat itu meskipun pemiliknya tidak berada di tempat. Wakil ketua tim pengamanan Said Nurjaya SH mengatakan, pengamanan Hutan Tahura mendesak dilakukan mengingat kondisi Hutan Tahura ini saat ini sangat memprihatinkan. Hutan Tahura saat ini rusak akibat pembukaan kebun-kebun yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. ‘’Kita berharap nanti dibentuk tim yustisi yang diharapkan bisa menjaga kelestarian hutan Tahura, sehingga lestari dan bisa menjaga kelestarian lingkungan bumi khususnya dari munculnya pemanasan global,’’ tuturnya. Hutan Tahura dengan luas mencapai 6.172 hektare dan hampir 4.000 hektar telah dirambah dan dijadikan kebun kelapa sawit masyarakat. Dishut belum mendapatkan data kalau kebun-kebun tersebut dibuat oleh perusahaan-perusahaan perkebunan.(g) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





PEKANBARU (RP) - Operasi pengamanan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim yang digelar Dinas Kehutanan (Dishut) dan Polisi Kehutanan (Polhut) di Tahura Jumat (4/7) sore berhasil mengamankan satu alat berat jenis eskavator di dalam kebun sawit yang terdapat di dalam Tahura tersebut.
