| Oknum Satpol PP Coba Peras Warga |
| Sabtu, 05 Juli 2008 | |
|
Bocorkan Informasi Razia
KOTA (RP) - NAMA korps Satpol PP Kota Pekanbaru kembali tercoreng. Jumat siang (4/7) sekitar pukul 11.00 WIB salah seorang oknum Satpol PP berinisial BS (33) mendatangi rumah kontrakan yang dihuni oleh Widia, salah seorang warga Perumahan Jondul Blok BB Nomor 14, Kecamatan Tenayanraya. Kedatangannya siang itu untuk menagih uang informasi yang sudah disepakati pada hari sebelumnya (Kamis, red). Sayangnya, oknum ini sempat dipergoki sejumlah wartawan. Namun, oknum ini tetap melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengatakan ‘’ada apa ini, kok banyak sekali wartawan?’’ ujarnya dengan nada bertanya. Mendengar ucapan itu, salah seorang wartawan menjawab, kalau saat ini ada salah seorang anggota Satpol PP Kota Pekanbaru melakukan pemerasan terhadap warga Jondul dengan cara meminta uang sebesar Rp300 ribu, yang tujuannya untuk uang informasi, jika ada anggota Satpol PP melakukan razia ke tempat tersebut. Seperti yang dicerita korban, siang itu, Kamis (3/7) sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang oknum Satpol PP berinisial BS ini sempat mendatangi rumahnya dan meminta uang Rp500 ribu, dengan maksud untuk uang keamanan. Namun korban merasa keberatan dengan jumlah tersebut. Negosiasi pun dilakukan, oknum tersebut meminta uang sebesar Rp300 ribu. Awalnya permintaan itu sempat dikabulkan oleh korban. Namun Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, korban yang sempat mendapat telepon dari BS merasa keberatan dan minta agar dikurangi. Singkat cerita, BS meminta uang jaminan keamanan sebesar Rp100 ribu. ‘’Waktu itu dia bilang sama saya kalau uang Rp300 ribu itu untuk uang keamanan. Kalau ada anggota Satpol PP yang razia, dia bisa langsung mengabari,’’ ungkap Widia kepada Riau Pos. Sesuai kesepakatan, sekitar pukul 11.30 WIB, BS bersama seorang temannya mendatangi rumah Widya dengan tujuan untuk mengambil uang yang sudah dijanjikan itu. Namun sayang, keinginannya untuk mengambil uang siang itu harus tertunda. Karena sempat dipergoki wartawan. BS yang diberi kesempatan untuk menjelaskan hal tesebut, membantah kalau dirinya sudah melakukan pemerasan. ‘’Saya tidak ada memeras. Kedatangan saya ke tempat ini hanya untuk mendata, apakah dia sudah melapor ke RT/RW atau belum, karena sesuai peraturan daerah, setiap pendatang baru harus melapor ke RT/RW. Selain itu kedatangan waktu itu juga atas undangan buk Widia, bukan atas dasar kehendak saya sendiri,’’ ungkapnya mengelak. Sementara Koordinator Tim Yustisi, Aiptu D Betaraja menyayangkan bila ada oknum satpol PP yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Apalagi tindakan pelaku bukan hanya mencorengkan citra tim yustisi, namun juga bertentangan dengan aturan hukum. ‘’Kalau memang tertangkap tangan langsung saja serahkan ke pihak kepolisian. Pimpinan tidak pernah mengintruksikan melakukan pungutan seperti itu, pasti perbuatan seperti itu atas inisiatif anggota bersangkutan,’’ terangnya. Pria yang akrab disapa Opung ini, mengaku beberapa kali razia, pernah hasil kurang memuaskan karena penertiban itu sudah keburu diketahui oleh sasaran tim yustisi. ‘’Siapa yang membocorkan razia sulit dibuktikan, tapi kalau ketemu sebaiknya langsung ditindak tegas,’’ katanya.(m/mar) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




