| Lantai Bursa Dilanda Gejolak, IHSG Anjlok |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Meroketnya harga minyak dunia membuat lantai bursa dilanda tren bearish. Pada penutupan perdagangan kemarin (3/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) terempas hingga 91,8 poin atau 3,86 persen, dan ditutup pada level 2.286,6. Kelompok 45 saham unggulan, indeks LQ-45, juga tergerus besar-besaran, hingga 21,375 poin atau 4,25 persen ke level 481,68.
Terkereknya suku bunga acuan BI rate sebagai antisipasi inflasi tidak mampu menahan tergerusnya lantai bursa. Transaksi harian kemarin mencapai Rp 7,34 triliun. Terdapat 207 saham yang tergerus, 26 saham naik harganya, dan 35 lainnya stagnan. Tanda-tanda melemahnya indeks sudah terlihat sejak sesi perdagangan pertama, di mana indeks terkoreksi 80 poin atau 3,38 persen ke posisi 2.298,17. Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto menyatakan, anomali di pasar komoditas telah menggerus lantai bursa. Anomali terjadi karena ketika harga minyak meroket, harga batu bara justru melorot. Padahal, sebagai barang substitusi minyak, harga batu bara seharusnya naik mengikuti harga emas hitam tersebut. ”Pelemahan harga benchmark batu bara di Eropa telah menjadi momentum bagi indeks untuk terkoreksi besar-besaran,” terangnya di Jakarta kemarin (3/7). Dia menegaskan, meroketnya harga minyak ke posisi 145 dolar AS per barel, seharusnya tidak akan membuat harga batu bara anjlok. Fenomena melemahnya harga batu bara terjadi karena aksi para spekulan. ”Penurunan harga batu bara tidak akan terjadi secara permanent, namun hanya temporer karena profit taking dari pelaku di pasar komoditas,” ujarnya. Terkoreksinya harga batubara tersebut, ditambah kabar tidak bisanya PT Bumi Resources Tbk, emiten batubara terbesar di lantai bursa, membayar obligasi yang jatuh tempo, membuat saham emiten berkode BUMI tersebut tergerus Rp1.150 menjadi Rp7.150. ”Panic selling terjadi merespon hal ini,” ujarnya.(eri/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






