Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Sembilan Teroris Diterbangkan ke Markas Brimob
Jumat, 04 Juli 2008
ImageJAKARTA (RP) - Sembilan tersangka teroris yang ditangkap di Palembang dalam sepekan terakhir, termasuk yang ditangkap beberapa jam sebelum kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (1/7) lalu, dikirim ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jakarta, Kamis (3/7). Iring-iringan 15 mobil bergerak dari Markas Sat Brimobda Polda Sumsel di Bukit Besar sekitar pukul 08.00 WIB dengan pengawalan ketat.

Rombongan tersebut bergerak cepat menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II di Jalan Tanjung Api-Api. Pantauan JPNN di Markas Sat Brimob Polda Sumsel, polisi berjaga-jaga di setiap lokasi dan sudut. Tampak juga pengawalan ketat petugas kepolisian di pintu utama pos jaga Sat Brimob Polda Sumsel. Ke-9 teroris yang diduga terlibat jaringan Jemaah Islamiyah (JI) pimpinan Noordin M Top tersebut, tampak dibawa keluar secara terpisah. Mereka dimasukkan ke dalam mobil terpisah.

Meski kaca mobil gelap, dari luar terlihat kalau ke-9 tersangka mengenakan sebo. Begitu pula anggota Densus 88 Antoteror Mabes Polri dan Densus 88 Antiteror Polda Sumsel yang mengawal mereka. Pergerakan iring-iringan mobil diawali mobil Nissan Patrol milik Ditlantas Polda Sumsel. Ikut beriringan 13 mobil lainnya.

Kemudian  mobil khusus milik Brimob Polda Sumsel dan mobil Tim Densus 88 AT Polda Sumsel. Iring-iringan panjang ini menarik perhatian warga yang melintas sepanjang mulai dari simpang Polda, Jalan Kol H Burlian hingga kawasan Jalan Tanjung Api-Api. Kedatangan iring-iringan 15 mobil tersebut di bandar SMB II, sekitar pukul 08.30 WIB berhasil mengecoh wartawan. Rombangan masuk melalui pintu terminal kargo dan langsung menuju landasan.

Di sana telah ‘parkir’ pesawat khusus jenis Cassa dengan nomor lambung P2039 yang akan membawa ke-9 tersangka teroris tersebut ke Jakarta. Alhasil, wartawan hanya bisa menyaksikan proses evakuasi para tersangka teroris ini masuk ke dalam pesawat dari jarak sekitar 200 meter. Satu persatu dari sembilan tersangka teroris dikeluarkan dari dalam mobil yang merapaT ke pintu masuk pesawat. Setiap tersangka dikawal sedikitnya 3 polisi. Sekitar pukul 09.00 Wib pesawat tersebut kemudian lepas landas meninggalkan bandara.

Ditangkap Lima Orang
Lagi, anggota Densus Mabes Polri Kamis (3/7) sekitar pukul 00.15 Wib kemarin berhasil menangkap dua warga yang diduga terlibat jaringan teroris. Kedua warga tersebut yakni Toni (32) dan Helmi keduanya warga Dusun V RT 10 Blok J desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI.

Menurut Ketua RT 10 dusun V desa Bumi Arjo, Kirno kepada JPNN kemarin bahwa Toni dan Helmi ditangkap saat sedang berada dirumah mertuanya didesa setempat karena mertuanya lagi pulang ke Pulau Jawa untuk urusan persiapan naik haji.
Dikatakan Kirno bahwa malam itu Toni sedang berada dirumah mertuanya bersama istri dan dua anaknya serta Helmi yang tak lain adik ipar Toni, namun kemarin pagi Helmi dikembalikan lagi kedesa Bumi Arjo karena tidak terlibat.

Karena kata Kirno, saat dilakukan penangkapan warga sudah ramai dan saya disuruh tandatangan. Namun saya sempat bertanya kenapa Helmi dibawa, karena dia tidak bersalah atau tidak tahu apa-apa, namun malam itu Helmi tetap dibawa, tapi akhirnya pagi kemarin Helmi dikembalikan, ujarnya.

Lebih lanjut menurut Kirno, bahwa mereka tidak mengira kalau Toni, maupun Ali Musadi yang juga warga dusun V RT 10 Blok J desa Bumi Arjo yang sudah duluan ditangkap oleh Densus Mabes Polri pada hari Selasa (1/7) sekitar pukul 16.00 Wib dirumahnya.

Kirno menyebutkan bahwa kita tidak menyangka kalau Toni dan Ali Musadi ditangkap karena selama ini tidak ada mencurigakan, namun dia hanya sebagai guru yang mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fuqon Baitussuffah Blok G desa Bami Arjo Kecamatan Lempuing OKI yang pimpinannya Ani Sugandi (42) yang juga sudah duluan ditangkap pada Selasa (1/7) bersama A Rohman (25).

Dikatakan Kirno bahwa dalam kesehariannya Toni asal kota Palembang dalam bergaulnya ramah serta sering mengadakan pengajian bersama Ani Sugandi dimasjid dusun V RT 10 desa Bumi Arjo. Namun dalam pengajian maupun shalat yang diberikan baik oleh Toni maupun Ani Sugandi ajarannya biasa-biasa saja seperti pengajian layaknya dilakukan oleh warga pada umumnya.

Sementara menurut  Ketua RT  03 Blok G desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI, Arba’i tempat lokasi berdirinya Ponpes Al Furqon Baitussuffah yang dipimpin Ani Sugandi, menyebutkan bahwa keberadaan ponpes tersebut selalu tertutup dan muridnya hanya berjumlah 10 orang untuk tingkat Matdrasa Ittidakyah (MI). Dari 10 siswa tersebut untuk siswa kelas V yang naik kekelas enam sebanyak 6 orang siswa dan 4 orang siswa kelas satu yang naik kekelas dua. Memang ponpes tersebut kata Arba’i keberadaannya selalu tertutup dan pimpinan Ponpesnya Ani Sugandi selalu pergi keluar dan mereka tidak tahu pergi kemana, namun setelah siang atau malam baru pulang ke rumah.

Sementara ketika JPNN menyambangi Ponpes Al-Furqon Baitussuffah kemarin bahwa dalam keadaan ditinggal penghuni begitu juga dengan asrama para guru dibiarkan dalam keadaan berantakan tak terurus dan hanya ada beberapa ekor kambing yang ada didalam kandang samping asrama.

Di dalam ruangan ponpes tempat salat para guru di dinding bertuliskan jadwal salat dan kultum dijadwal tersebut tercantum atas nama Ustasz Abu Burhan, Rohman, Jakfar Syahid, A Ali Ida dan Salim Hanif.

Dikatakan Nursikin (13) yang tinggal di depan Ponpes menyebutkan bahwa beberapa tahun lalu hanya berjumlah belasan orang tapi akhirnya banyak berhenti dan hanya bertahan sebanyak 10 orang.

Seperti dikatakan salah seorang siswa kelas VI, Rahmadi Nurcahyo bahwa dirinya belajar seperti sekolah pondok pesantren lainnya, namun hanya selalu diputarkan film tentang nabi dan perang Irak, ujarnya.(38)

Tertutup di Dalam Kebun Karet

Keberadaan Ponpes Al-Furqon Baitussuffah dusun III RT 03 Blok G desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI yang berdiri sejak tahun 1999 lalu yang hanya memiliki murid sebanyak  10 orang siswa bisa menggemparkan warga OKI bahkan menjadi isu nasional. Apalagi lokasi ponpes tersebut berlokasi di tengah kebun karet. Berikut laporan Husni Akhmad Kayuagung.

Sejak ditangkapnya  pimpinan Ponpes Al-Furqon Baitussuffah dusun III RT 03 Blok G desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI, Ani Sugandi dan dua gurunya Rohman dan Ali Musadi Selasa (1/7) lalu sekitar pukul 16.00 Wib oleh Densus Mabes Polri, suasana desa Bumi Arjo khususnya di Blok G menjadi sepi, bahkan sejak itu pula baik rumah Ani Sugandi yang berjarak sekitar 300 meter dari Ponpes yang sudah diberi garis polisi sudah tertutup tanpa penghuni, begitu juga Ponpes dan kamar asrama yang sebanyak lima pintu dibiarkan isinya berantakan dengan buku.(jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org