| Hari Pertama Gubernur, Wan Panggil 4 Pejabat |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
Laporan gema setara, Pekanbaru
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Mardiyanto dalam kawatnya yang dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Riau sudah menyetujui penetapan Drs H Wan Abubakar MS MSi menjalankan tugas-tugas Gubernur Riau. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dalam sidang paripurna kemarin juga sudah menyetujui pengangkatan Wan Abubakar sebagai Gubernur Riau dan juga menyetujui pemberhentian HM Rusli Zainal SE MP sebagai Gubernur Riau karena ikut dalam proses Pilkada. Apa aktivitas dilakukan Wan Abubakar pada hari pertama ia menjalankan tugas-tugas sebagai Gubernur Riau tersebut? Wan pagi itu masih menggunakan kendaraan dinasnya dengan nomor polisi BM 5. Wan datang ke kantor gubernur sekitar pukul 08.30 WIB didampingi supir dan ajudannya. Seperti biasa, Wan langsung menunju ke lantai tiga dimana ruang kerja dirinya sebagai Wakil Gubernur berada. ‘’Tidak berniat pindah pak,’’ tanya wartawan kepada Wan saat diterima di ruang kerjanya. Ia sambil tersenyum menyatakan tidak perlulah sampai sejauh itu. Begitu juga dengan rumah, ia mengatakan akan tetap tinggal di rumah dinas wakil gubernur saat ini di Jalan Sisingamangaraja. ‘’Di ruang kerja wagub ini saja sudah bagus, sama saja dengan ruang kerja gubernur tidak ada bedanya kan. Disini sajalah, tidak perlu pindah-pindah yang penting saya bisa bekerja dengan baik di sini untuk kemaslahatan seluruh masyarakat dan rakyat Riau,’’ tuturnya. Hari pertama menjalankan tugas-tugas gubernur, Wan memanggil empat pejabat teras di jajaran Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau. Pejabat yang tampak hadir adalah Sekdaprov Drs H Raja Mambang Mit, Asisten I Ir H Nasrun Effendi, Asisten II Ir H Herliyan Saleh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Drs H M Lafiz. Masing-masing pejabat tersebut datang dalam waktu yang berbeda. Herliyan Saleh usai menghadap Wan mengaku pertemuan itu hanya pertemuan biasa. Ini dilakukan untuk melakukan koordinasi terkait berbagai program yang akan dilakukan. Wan sendiri juga mengakui kalau pertemuan itu hanyalah pertemuan biasa yang sifatnya untuk melakukan koordinasi terhadap program-program yang akan dilakukan. ‘’Iya pertemuan biasa saja, saya minta kepada semua Satuan Kerja (Satker) untuk bekerja dengan maksimal dan menjalankan semua program denga baik. Mana program yang belum dijalankan saya harapkan segera dijalankan, mana yang sudah baik kedepan harus semakin baik lagi,’’ tutur Wan. Hari itu ruang kerja Wan pun tidak seperti biasanya. Biasanya, sangat jarang ada tamu yang datang berkunjung, namun hari itu sejumlah tamu tidak hanya Pegawai Negeri Sipil, akan tetapi masyarakat umum pun tampak antre. Hanya saja karena ada urusan yang harus dijalankan Wan, banyak dari tamu tersebut belum bisa ia terima. Usai bertemu dengan pejabat-pejabat tersebut, Wan hanya bersedia bertemu dengan sejumlah wartawan yang sudah menunggu di ruang tamunya sekitar dua jam. Awal pertemuan sejumlah wartawan pun mengucapkan selamat atas amanah yang ia jalankan tersebut. ‘’Biasalah, ada gula biasanya ada semut,’’ katanya sambil tersenyum penuh makna. Dalam pertemuan dengan wartawan yang hanya berlangsung sekitar 30 menit tersebut Wan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Riau dan pejabat-pejabat yang ada di daerah ini untuk tidak ikut terlibat aktif dalam Pilkada gubernur dan wakil gubernur mendatang. Wan sendiri pada Sabtu (5/7) mendatang akan menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVII di Kalimantan Timur (Kaltim) yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wan: Saya Masih Wagub Meskipun DPRD Riau sudah menyetujui pengangkatan Drs H Wan Abubakar MS MSi sebagai Gubernur Riau menggantikan gubernur non aktif HM Rusli Zainal SE MP karena mengikuti proses pemilihan kepala daerah (pilkada), hanya saja Wan menyatakan sampai saat ini ia masih menjabat sebagai wakil gubernur Riau (Wagubri). ‘’Status saya saat ini masih sebagai Wagubri, hanya saja tugas saya menjalankan tugas-tugas gubernur. Status ini berlaku sampai ada Keputusan Presiden (Kepres) mengatur lebih lanjut tentang status saya paling lambat sampai tanggal 21 Juli mendatang,’’ tutur Wan Abubakar kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Kamis (3/7) kemarin. Wan mengatakan, hal itu memang telah diatur dalam ketentuan yang berlaku, karenanya ia hanya mengikuti aturan itu saja. DPRD setelah menyetujui pengangkatan dirinya sebagai gubernur tentu harus melakukan berbagai proses lainnya, tentunya untuk melakukan proses ini memerlukan waktu. ‘’Ya kita tunggu sajalah,’’ tuturnya lagi. Ditambahkan Wan, dirinya hanya mengikuti ketentuan Undang Undang (UU) saja, bagi dirinya dilantik dirinya sebagai gubernur nanti adalah hal yang biasa saja dan tidak ada yang luar biasa, sebab bagi dirinya jabatan itu bukanlah segala-galanya, kalau diamanahkan akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kapan dirinya akan ditetapkan sebagai gubernur defenitif, Wan mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan dirinya sebagai gubernur setelah ada penetapan calon tetap yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap calon yang dinyatakan lolos dan berhak ikut dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Menjawab apakah setelah dilantik sebagai gubernur nanti, dirinya akan meninggalkan kediamannya saat ini pindah ke rumah dinas gubernur atau ruang kerjanya ikut pindah, Wan mengatakan itu tidak menjadi persoalan. ‘’Tidaklah, di ruang Wagub sekarang ini saja sudah lebih dari cukup begitu juga dengan rumah dinas saya sekarang sudah sangat memadai sekali, saya kira tidak perlu pindah lah,’’ ujarnya.(g) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




Laporan gema setara, Pekanbaru
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

