| 'Kalau Tak Bekerja, Orangtua Mau Makan Apa?" |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
Penuturan Perempuan Pramusaji Karaoke yang Tertangkap RaziaRani (18) hanya bisa merenung nasibnya yang kurang beruntung di Pekanbaru. Di sebuah bangku panjang di ruangan pemeriksaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru pada Kamis (3/7), wajahnya hanya tertunduk lesu. Matanya memerah menatap kosong suasana dalam ruangan itu. Laporan MASHURI KURNIAWAN, Pekanbaru Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya SESEKALI dia menoleh ke petugas Satpol PP yang keluar masuk ke dalam ruangan dan berusaha menutupi wajahnya. Gadis ayu asal Jawa Barat ini hanya bisa meratapi jalan hidupnya di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Soekarno Hatta. Saat berada di dalam ruangan itu, seluruh mata tertuju pada Rani. Bagaimana tidak, wajahnya manis, kulit putih dan mulus. Tapi kehidupan yang dialaminya tak semolek wajahnya. Menurut Rani, pekerjaan ini baru digelutinya Januari lalu. Kedatangannya di Pekanbaru karena tertarik ajakan tema yang berjanji menyediakan pekerjaan layak dan gaji yang menguntungkan. Tapi apa yang didapat beda jauh dari pikirannya. Dia hanya bekerja sebagai pramusaji karaoke dengan gaji pas-pasan. Tiap hari dia harus menemani lelaki ‘hidung belang’. Dia mengaku tersiksa dengan pekerjaannya sekarang. Apalagi, harus berhubungan dengan petugas Satpol PP dan polisi. Keinginannya untuk mencari uang banyak dan membahagiakan kedua orangtuanya di kampung sirna sudah. Rani merupakan salah satu dari sepuluh wanita yang ditahan Satpol PP. Ia ditahan karena tak memiliki kartu identitas. Saat dirazia, ia sedang beristirahat di rumah kosnya di Jalan Soekarno Hatta. Bukan hanya Rani mengalami nasib seperti itu. Sarah (20) juga merupakan korban bujukan temannya sehingga dia terpaksa bekerja sebagai pramusaji karaoke di Jalan Soekarno Hatta ujung. Sarah kini juga terperangkap kehidupan dunia malam di Kota Bertuah. Kehidupan seperti sekarang menurut Sarah, terpaksa dijalaninya untuk membiayai orangtua dan adiknya yang tinggal di kampung halamannya, di Sumatera Utara. Semula dia tak menyangka pekerjaan seperti inilah yang akan digelutinya. Menurut Sarah, teman yang mengajaknya bekerja di Pekanbaru mengaku bisa mencarikannya pekerjaan sebagai karyawan di sebuah pusat perbelanjaan di Pekanbaru. Manisnya ajakan teman itulah yang menjadikannya terpaksa bekerja sebagai pramusaji karaoke. Tanpa identitas jelas, sejak Maret 2008 lalu Sarah harus bekerja malam hari. Demi membantu orangtuanya, gadis berwajah oval, berkulit putih dan tubuh sintal ini mengaku terpaksa bekerja seperti ini. Tapi dia tak bisa menghindarinya karena sudah terlanjur terjun di gelapnya dunia malam. ‘’Mau apalagi, sudah terlanjur seperti ini. Jadi dijalani saja. Kalau tak bekerja orangtua di kampung mau makan apa,’’ tuturnya. Pada razia kemarin 30 petugas Satpol PP bersama Tim Yustisi mendatangi beberapa lokasi yang disinyalir sebagai tempat prostitusi dan kehidupan malam di Pekanbaru. Razia dimulai pukul 09.30 WIB dan petugas menelusuri beberapa lokasi. Di antaranya Salon Monalisa dan Azila Warung Pojok. Keduanya di Jalan Soekarno Hatta. Setelah itu ke Panti Pijat Intan di Jalan Arifin Ahmad. Di tempat ini petugas memeriksa kartu identitas dan izin usaha. Mereka yang tak memiliki kartu identitas langsung dibawa. Petugas juga mengamankan satu pengemis dan dua pengamen. Dari data yang dihimpun Riau Pos, sepuluh wanita dibawa paksa karena tak memiliki identitas. Lima laki-laki juga turut ditahan. Ketua Tim Yustisi Pekanbaru Aiptu B D Bataraja menyebutkan, razia ini dilakukan sesuai instruksi Wali Kota bahwa lokasi yang disinyalir lokasi prostitusi harus dihilangkan. ‘’Tempat esek-esek dan kos-kosan yang disinyalir lokasi prostitusi akan segera ditertibkan. Kita bekerja sesuai instruksi dan hasil pantauan di lapangan serta informasi masyarakat,’’ ungkapnya. Mereka yang ditahan akan dilepas kembali dengan catatan ada wali yang bertanggung jawab, agar yang bersangkutan tak mengulanginya dan membuat segera kartu identitas.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





Penuturan Perempuan Pramusaji Karaoke yang Tertangkap Razia
