| Lima Kawanan Rampok Dibekuk |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
Poltabes Sembunyikan Identitas Tersangka
KOTA (RP) - KENDATI saat ini lima tersangka kasus perampokan brankas PT Tirta Sumber Mekar Sari, Jalan Soekarno Hatta, Gang Melayu, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai sudah tertangkap. Namun Poltabes Pekanbaru masih tetap bungkam untuk memberikan keterangan, terkait lima nama tersangka tersebut. Keterangan yang dirangkum Riau Pos di Mapoltabes Pekanbaru menyebutkan, penangkapan terhadap ke lima tersangka ini berawal dari keterangan dua tersangka berinisial Po dan Ri, yang merupakan Satpam PT Tirta Sumber Mekar Sari. Yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi di Mapoltabes Pekanbaru. Dari hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya Po dan Ri mengakui, kalau perampokan itu sudah direncanakan sejak awal. Untuk mengelabui pihak perusahaan, Po meminta kepada tiga tersangka berinisial Do, LO dan Gl, sebelum menggasak brankas berisi uang Rp200 juta yang terletak di ruang accounting tersebut, terlebih dahulu meminta untuk mengikat tangan dan menutup mulutnya dengan menggunakan lakban. Sedangkan Ri sendiri, dinihari itu berpura-pura minta izin pulang untuk makan. Sekembalinya dari makan, ia sudah menemui Po dalam keadaan tangan terikat dan mulut terlakban. Sekitar pukul 05.00 WIB, Ri berusaha menghungi Dirut Perusahaan, Amir dan mengatakan bahwa PT Tirta Sumber Mekar Sari yang bergerak di bidang penyaluran air minum Aqua, Boneeto dan Anlene itu dirampok. Kemudian bersama Po, Ri melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Bukitraya. Atas laporan itu, Polsek Bukitraya bersama Poltabes Pekanbaru langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian. Saat itu juga Po dan Ri diminta untuk ikut ke Mapoltabes Pekanbaru, guna dimintai keterangan. Munculnya kecurigaan polisi terhadap ke duanya berawal dari sikap tersangka sendiri. Di mana keduanya yang diperiksa secara terpisah tersebut terlihat gelisah dan gugup. Selain itu berdasarkan warna baju yang digunakan Ri pada dinihari itu sebagaimana yang diterangkan Po sesuai dengan yang terpantau pada layar CCTv. Karena kehabisan alasan, akhirnya Po mengakui, kalau perampokan itu dia dan Ri yang melakukan.(m) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




