| Sekolah Tak Transparan Tim Independen Kesulitan |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
KOTA (RP) - Tim independen Penerimaan Siswa Baru (PSB) mengaku kesulitan dengan sikap sekolah yang tidak transparan terhadap proses PSB. Ketidaktransparanan ini dialami tim, ketika hendak memeriksa berkas penilaian atas jurnal penilaian yang diumumkan setiap harinya.
‘’Tim tidak bekerja untuk melihat-lihat saja dan mengambil data-data mentah. Namun lebih jauh, bisa untuk meminta kepada sekolah untuk memperlihatkan formulir yang sudah dikumpulkan tersebut,’’ sebut Ketua Tim Independen PSB 2008, Yudasman kepada Riau Pos, Kamis (3/7). Kepala Badan Pengawas Kota Pekanbaru ini, menyebutkan, kasus terungkapnya ada oknum wali murid yang mencoba memalsukan nilai ijazah anaknya supaya lulus, menunjukkan suatu bukti bahwa kalau tidak teliti bisa-bisa kecurangan itu lolos begitu saja. ‘’Temuan itu sudah kita dengar dari anggota tim independen dan akan ditindaklanjuti lebih jauh. Ini sebuah bukti bahwa tindakan kecurangan bisa terjadi kalau kita tidak teliti. Kita sangat sayangkan sikap sekolah yang enggan atau malah kucing-kucingan dengan tim independen ketika hendak melihat berkas pendaftaran. Tim ini dibentuk bukan hanya untuk melihat-lihat saja atau mengumpulkan data yang tampak saja. Tapi juga melihat, meneliti, memonitor serta menelusuri temuan atau isu permainan yang berkembang. Ada sekolah yang menolak dengan mekanisme kerja kita ini karena mereka tidak paham,’’ucapnya. Sekolah yang tidak paham dengan kerja yang dilakukan tim independen, sebutnya merupakan mental lama yang seharusnya dihilangkan. Kedepan, ujar dia, lebih baik PSB dilaksanakan dengan sistem online, supaya orangtua bisa melihat dengan jelas tanpa susah-susah ke sekolah. Temuan lain tim Independen, Yudasman katakan, kebanyakan sekolah tidak mengumumkan jurnal harian penilaian, padahal hal itu jelas-jelas diharuskan bagi sekolah negeri. Jurnal harian, kata dia, diumumkan dengan lengkap nama atau nomor pendaftar, kemudian dihitung nilainya dan diurut berdasarkan nilai tertinggi. Jurnal yang detail ini, ucap dia, bisa menjadi acuan bagi orang tua siswa untuk melihat apakah anaknya bisa lulus atau tidak. ‘’Gunanya supaya calon siswa tidak teraniaya. Kalau diperlihatkan bobot penilaiannya, kalau orang tua merasa anaknya memiliki nilai rendah, maka ia bisa segera mencabut pendaftaran untuk didaftarkan ke sekolah lain yang bobot nilai tidak terlalu tinggi. Nanti sayang sekali kalau anak itu pintar, tapi sekolah yang ditujunya minta bobot nilai tinggi, lalu ia tidak lulus, maka nanti tentu akan masuk sekolah swasta. Ini kan sayang,’’ tuturnya. Terhadap temuan pungutan atau penyimpangan lainnya, Yudasman mengaku tim belum menemukan hal itu. Kata dia, tim masih terus bekerja hingga satu bulan siswa duduk di bangku sekolah dan bagi masyarakat yang menemukan kecurangan proses PSB, bisa memberikan informasi kepada tim independen supaya ditindaklanjuti.(hpz) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




