| Misteri Kesehatan Cristiano Ronaldo |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
Manchester (rp) -Telenovela transfer Cristiano Ronaldo membuat Manchester United gerah. Manajemen klub berjuluk The Red Devils tersebut meminta semua pihak untuk menghentikan spekulasi masa depan winger asal Portugal tersebut. Terlebih ketika pemilik kostum nomor 7 itu harus menjalani operasi akibat cedera engkel kanan.
Menurut tim dokter United, Ronaldo harus beristirahat setidaknya selama enam pekan ke depan. Karena itu, pihak manajemen meminta agar urusan Ronaldo, terutama yang berkaitan dengan transfer, untuk sementara ditangguhkan.”Ada prosedur yang harus dipatuhi di sini. Kami perlu pendapat para ahli untuk proses penyembuhan dia secepat mungkin,” tegas juru bicara klub seperti dilansir Eurosport. Menurut manajemen, tim medis United sudah bertemu tim dokter dari asosiasi sepakbola Portugal (FPF) di Lisbon pada Rabu (2/7) lalu, untuk membicarakan rencana operasi engkel Ronaldo.”Hasil dari pembicaraan itu, semua orang harus menghormati keputusan dokter. Tidak boleh ada keputusan apa pun yang diambil, apalagi yang berkaitan dengan transfer,” lanjut juru bicara tersebut keras. Jika polemik tentang kepindahannya terus berlanjut sementara dirinya masih di meja operasi, dikhawatirkan hal itu akan berpengaruh pada proses penyembuhan pemain berusia 23 tahun itu. Padahal, musim baru akan dimulai pertengahan Agustus mendatang. Penegasan dari United itu sekaligus menghambat upaya Real Madrid untuk memboyong Ronaldo ke Santiago Bernabeu (markas Madrid). Ronaldo sendiri memang belum kembali ke Inggris usai membela negaranya di ajang Euro 2008 lalu. Manajer United Sir Alex Ferguson, dalam usaha menghalangi kepindahan winger kesayangannya itu juga belum memberitahukan pernyataan-pernyataan Madrid. Seperti diberitakan, United memang sangat muak dengan cara Madrid mendekati pemainnya. Klub yang terkenal suka mengoleksi pemain bintang tersebut sampai merayu keluarga Glazers, pemegang saham mayoritas United untuk melego Ronaldo. Atas ulahnya itu, United melaporkan Madrid ke FIFA, meski akhirnya otoritas sepakbola dunia itu tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.(na/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






