| Gagal Test Flight, Dishub Lakukan Kembali Koordinasi |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
TEMBILAHAN (RP) - Dinas Perhubungan Indragiri Hilir (Inhil) saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Riau terkait tes terbang (test flight) Bandara Tempuling. Ini tidak terlepas dari tidak terlaksananya ujicoba yang dijadwalkan pada Juni lalu itu.
Koordinasi itu juga untuk memastikan kapan waktunya sehingga dapat terlaksana dengan baik. Secara umum, kesiapan landasan pacu Bandara Tempuling ditegaskan Kadishub Inhil, H Syofyan Sulaiman SE MM tidak ada persoalan. Landasan itu dinyatakannya telah mampu didarati maupun tinggal landas satu pesawat Fokker 50. Apalagi sebelumnya telah diuji dengan beberapa unit kendaraan berat. Hasilnya tidak menunjukkan ada penurunan atau perubahan wajah landasan. Namun demikian ujicoba dengan kendaraan berat sangat berbeda dengan pesawat terbang yang sesungguhnya. Tanpa ada ujicoba akan sangat sulit diketahui bagaimana sesungguhnya kekuatan landasan pacu dalam menahan landing dan take off satu pesawat terbang. Sedangkan proses pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan yang di dalamnya tercakup sarana penunjang lainnya, sekarang sudah berada dalam tahap finishing. ‘’Sekarang kami sedang mendudukkan dengan Dishub Provinsi Riau kapan waktu test flight tersebut. Kita pada dasarnya senantiasa siap untuk kegiatan ini, karena yang menjadi kewenangan Inhil adalah sisi darat. Saat ini landasan pacu sepanjang 1.400 meter sudah tidak ada masalah untuk landing dan take offnya satu pesawat jenis Fokker 50,’’ terang Kadishub Inhil H Syofyan Sulaiman SE MM kepada Riau Pos, Kamis (3/7). Hal yang paling penting disiapkan untuk penyelenggaraan tes terbang itu menurut Syofyan adalah menara navigasi dan izin untuk melakukan kegiatan tersebut. Tanpa adanya navigasi akan sangat sulit bagi satu pesawat untuk mendarat maupun lepas landas. Hal itupun bakal tidak dibenarkan karena dapat berakibat fatal. Meskipun sesungguhnya alat navigasi ini ada yang bersifat portable, tetapi diharapkan yang terpasang permanen. Pasalnya jika portable akan menyulitkan karena harus menyewa dan harus dipulangkan kembali. Tetapi jika alat itu memang navigasi yang diperuntukkan bagi Bandara Tempuling selain memudahkan juga akan dapat mempercepat beroperasinya bandara tersebut. Pemasangan alat navigasi yang menjadi kewenangan Dishub Provinsi Riau ditegaskan Syofyan Sulaiman sepenuhnya menjadi kewenangan instansi itu. Adanya alat navigasi ditegaskan Syofyan merupakan salah satu syarat penting bagi terbang dan mendaratnya satu pesawat terbang. Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada semua pemilik tower di sekitar kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) supaya memangkas tower yang lebih dari ketentuan berlaku. ‘’Dari kemajuan yang ada di lapangan kita tetap menargetkan pada akhir 2008 ini Bandara Tempuling sudah dapat digunakan untuk penerbangan komersial. Itu akan membuat Inhil tidak lagi terisolasi secara geografis,’’ kata Syofyan Sulaiman.(yon) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




