| Lanal Dumai Tanam 1.000 Mangrove |
| Jumat, 04 Juli 2008 | |
|
DUMAI (RP) - Tingginya tingkat abrasi di kawasan pantai Dumai mengundang simpati dan langkah penanganan dari sejumlah pihak. Hal itu pula yang dilakukan jajaran Lanal Dumai. Dengan menggiring para pelajar yang ikut serta dalam kegiatan Bintal Juang Remaja Bahari (BJRB) tahun 2008, mereka melakukan kegiatan penanaman 1.000 batang bibit mangrove dari berbagai jenis di Muara Sungai Dumai Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai Barat.
Kegiatan tersebut, selain untuk menanamkan cinta kepada alam bahari kepada para peserta juga bertujuan untuk meminimalisir tingkat abrasi yang terjadi di sepanjang kawasan pantai Dumai yang disebabkan terjangan ombak dan pengikisan akibat air pasang. Proses penanaman pohon mangrove dipimpin langsung oleh Danlanal Dumai, Letkol Laut (P) Arief Sumartono didampingi Ketua LSM Pencinta Alam Bahari, Darwis dan petugas dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan. Di sela kegiatan Kamis (3/7), Arif menyebutkan, penanaman seribu pohon mangrove itu untuk menahan tingkat abrasi pantai Sungai Dumai. Karena apabila tidak diantisipasi segera dikhawatirkan daratan yang ada akan hilang terkena kikisan air sungai dan terjangan ombak. Untuk melakukan pencegahan itu, Lanal bersama peserta BJRB melakukan penanaman pohon mangrove. “Mudah-mudahan pohon itu bisa tumbuh subur dan bermanfaat dalam mengatasi abrasi,” katanya. Selanjutnya, mantan Kasi Sut Subdi Intelmar Dispamal Mabesal 2004 ini juga menjelaskan bahwa penanaman seribu pohon mangrove itu juga bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove di daerah pesisir ini. Penanaman pohon mangrove di daerah yang sudah tidak ada pohon mangrove-nya itu juga bermanfaat untuk mengganti ekosistem mangrove yang musnah karena sudah ditebang oleh masyarakat atau mati sekaligus memberikan contoh pada masyarakat agar senantiasa melakukan pelestarian ekosistem mangrove dengan rasa tanggung jawab. Ditambahkannya juga, mangrove merupakan pohon khusus yang dapat hidup pada tanah bercampur pasir dan lumpur atau rawa asin (payau). Jenisnya seperti api-api, lolaro, posi-posi dan ting. Sedangkan habitat mangrove disebut juga sebagai hutan bakau merupakan gabungan berbagai tumbuhan, terutama pohon-pohon mangrove yang hidup di sepanjang garis pantai, pada daerah pasang surut, yang berfungsi sebagai pelindung daratan dari erosi oleh ombak. Selanjutnya, sebagai penyaring pencemaran organik dan kimia sehingga terumbu karang dan padang lamut tetap bersih. “Pohon mangrove juga dimanfaatkan untuk ekosistem diarahkan pada optimalisasi kegiatan kelautan dan perikanan yang bertanggung jawab, berdaya guna dan berhasil guna dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan dan lingkungannya. Pada prinsipnya kegiatan yang kita laksanakan saat ini memiliki kontribusi sangat besar dalam kehidupan nelayan. Untuk menjaga agar pohon mangrove tidak punah, mari bersama-sama kita saling menjaga,” ajaknya.(s) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




