| 173 Paket Proyek Mulai Dikerjakan |
| Kamis, 03 Juli 2008 | |
|
Laporan YON WAHYUDI, Tembilahan
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Dinas PU dan Kimpraswil Indragiri Hilir (Inhil) memastikan 173 paket proyek yang ada di instansi ini sudah mulai berjalan di lapangan. Semua paket proyek itu ditargetkan selesai sesuai dengan jadwalnya masing-masing. Tidak mengalami keterlambatan, karena waktunya cukup lama. Dimulainya pelaksanaan proyek itu sebagai tindak lanjut atas rampungnya proses penandatangan kontrak pekerjaan serta proses administrasi lainnya. Supaya tidak terdapat hambatan Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Inhil Ir HM Nasir MP menginstruksikan kepada semua rekanan yang jadi pemenang selekasnya mengerjakan proyek yang sudah dimenangkan. Pasalnya jika berleha-leha, kelak tatkala semua rekanan juga mengebut pekerjaannya akan terjadi kelangkaan material. Kerapnya hujan turun belakangan ini ditegaskan Nasir juga berpengaruh terhadap percepatan penyelesaian satu proyek. Selain itu, sebentar lagi menghadapi puasa dan Pilbup Inhil. Meskipun secara harfiah tidak ada hubungannya, tetapi dipandang cukup memberikan dampak terhadap penyelesaian satu proyek. Sebab itulah sebelum semua hambatan terjadi, diminta secepatnya menyelesaikan dan menggesa pengerjaaan satu proyek. ‘’Semakin cepat proses penyelesaian pekerjaan akan semakin baik, karena memberikan waktu untuk meneliti secara seksama bagaimana kualitasnya. Perlu diingat apabila menunda-nunda dan setelah waktunya mepet barulah menggesa, justru akan muncul hambatan. Material akan langka, bukan itu saja sebentar lagi musim hujan turut berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan,’’ jelas Kadis PU dan Kimpraswil Inhil Ir HM Nasir MP kepada Riau Pos, Rabu (2/7). Adapun total anggaran yang ada di instansi itu pada 2008 ini sekitar Rp70 miliar yang dipecah dalam 173 paket proyek. Mayoritas merupakan pembangunan sarana pulik seperti jalan, jembatan dan gedung sekolah serta sarana lainnya. Instansi ini memang sudah memprogramkan pembangunan jalan lintas antar daerah sebagai fokus utama kegiatan. Itu dimaksudkan supaya isolasi antar daerah dapat dibuka. Nasir mengakui masih cukup banyak jalan lintas vital yang masih memerlukan perbaikan. Dia menyontohkan jalan dari Kuala Getek- Sungai Luar- Sei Piring dan Teluk Pinang yang masih rusak berat. Untuk memperbaiki ruas jalan sepanjang lebih dari 40 Km itu diperlukan anggaran cukup besar. Perhitunganya, tiap 1 Km jalan yang layak membutuhkan anggaran Rp2 miliar. Pun demikian dengan jalan lintas dari Mumpa menuju ke Teluk Kiambang memerlukan pula perbaikan. Itupun ditegaskan Nasir memerlukan anggaran yang cukup besar, karena jaraknya hampir 15 Km. Karena semua itu memerlukan biaya yang banyak, penganggarannya tidak dapat sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang ada. ‘’Jalan lintas antar daerah di Inhil memang masih banyak yang harus ditingkatkan. Itu membutuhkan anggaran yang besar, karena jaraknya rata-rata lebih di atas 10 Km. untuk menyiasati ini kita menganggarkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,’’ tukas Nasir.(yon) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






