• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 06 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

730 Km Tapal Batas Belum Diukur, 549 Belum Terlacak
Kamis, 03 Juli 2008
BANGKINANG (RP) - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kampar masih punya banyak pekerjaan rumah dalam bidang pertanahan, salah satunya dalam pengukuran tapal batas antara Kabupaten Kampar dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau. Walaupun pemekaran sudah dilaksanakan bertahun-tahun lalu, namun persoalan tapal batas belum juga usai.

‘’Setidaknya saat ini masih ada 730 Km tapal batas antara kampar dengan daerah lain belum selesai diukur. Bahkan masih ada 549 Km yang belum terlacak,’’ ujar Kabag Pemerintahan Setdakab Kampar melalui Kasubag Pemerintahan Umum dan Otonomi Desa (PUOD) Kampar Nurbit SP MH kepada Riau Pos di Bangkinang, Rabu (2/7).

Belum selesainya pengukuran ini salah satu penyebabnya adalah keterbatasan dana. Untuk pengukuran diperlukan biaya yang sangat besar. Satu Km memerlukan setidaknya Rp 10 juta. Dana ini sudah termasuk untuk pelacakan, pengukuran dan pematokan. Pada tahun-tahun sebelum, pendanaan ini dilakukan dalam bentuk budget sharing dengan Pemrov Riau. Namun dalam dua tahun belakangan ini karena banyaknya persoalan tapal batas, maka Kampar menghentikan dana untuk pengukuran tersebut. ‘’Tapi Pemrov masih melakukan pengukuran, hanya saja Kampar jadinya harus menunggu giliran dari Pemrov,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, dari data terakhir tapal batas yang ada antara Kabupaten Kampar dengan daerah lain yang belum dilacak sepanjang 279 Km. Sedangkan yang belum diukur sepanjang 730 Km. Dengan rincian tapal batas antara Kampar dengan Rokan Hulu sepanjang 250 Km, yang sudah dilacak sepanjang 15 Km dan sisanya 205 Km belum dilacak. Sedangkan untuk pengukuran belum dilakukan sama sekali.

Kedua adalah tapal batas antara Kampar dengan Pelalawan sepanjang 95 Km. Pelacakan yang sudah dilaksanakan sepanjang 51 Km, sedangkan yang belum sepanjang 43,5 Km. Sementara itu untuk pengukuran belum dilakukan sama sekali.

Ketiga, tapal batas antara Kampar dengan Kuantan Singingi sepanjang 179 Km, di mana 122 Km di antaranya sudah dilacak, sedangkan yang belum sepanjang 56,5 Km. Pengukuran yang sudah dilaksanakan sepanjang 41 Km dan masih tersisa 138 Km lagi yang belum diukur.

Begitu juga dengan tapal batas antara Kampar dengan Siak, masih ada 168,5 Km yang belum dilacak dan sudah ada sepanjang 39,5 Km yang dilacak. Sedangkan yang sudah selesai diukur baru sepanjang 31 Km dan sisanya 177 Km belum diukur.

Terakhir tapal batas antara Kampar dengan Pekanbaru sepanjang 123,5 Km dengan yang sudah dilacak sepanjang 52 Km, belum sepanjang 71,5 Km. Sementara pengukuran sudah dilaksanakan sepanjang 53,5 Km dan 70 Km belum dilaksanakan. Inilah pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan oleh Kampar.(rdh)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga