| Alat Berat Pemkab Terlantar |
| Kamis, 03 Juli 2008 | |
|
RANGSANG (RP) - Sudah hampir empat bulan alat berat jenis ekskavator Pemkab Bengkalis tenggelam dan tekesan dibiarkan begitu di Desa Dokol, Kecamatan Rangsang, namun sejauh ini belum ada upaya dari pihak kecamatan untuk mengangkat alat berat tersebut.
Berdasarkan informasi, sebelumnya alat berat tersebut digunakan untuk membuat jalan dan parit yang ada di desa Dokol dengan swadaya masyarakat bekerja sama dengan pihak kecamatan. Hanya saja baru beberapa meter pekerjaan penggalian dilakukan alat berat tersebut terpuruk, namun karena kondisi lokasi pantai yang lunak ditambah dengan tidak ahlinya operator dalam mengoperasikan alat sehingga maka alat berat tersebut tenggelam.Seperti dituturkan Iswadi Idris pemuda asal Rangsang bahwa sampai saat ini ekskavator terendam oleh air pasang laut. “Selain tenggelam beberapa alat ekskavator seperti hindrolik, baterai dan alat lain hilang dicuri karena lokasi tersebut jauh dari pemukiman masyarakat. Ditaksir harga barang yang hilang mencapai ratusan juta rupiah, sehingga kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat. Diimbau kepada pihak kecamatan untuk dapat menyelamatkan aset tersebut karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, dalam pelaksanaan pembangunan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut Camat Rangsang Jamaluddin menuturkan bahwa tenggelamnya beko atau ekskavator itu bukan karena unsur kesengajaan, tetapi tidak lain disebabkan faktor struktur tanah yang berlumpur. Dikatakan camat awalnya alat berat itu dipinjamkan kepada masyarakat untuk membuat jalan dan parit, kemudian ketika beroperasi alat berat itu tenggelam ke lumpur. Jamal juga menegaskan segala cara dan upaya telah dilakukan, namun karena struktur tanah berlumpur sulit mengeluarkan. “Telah dilakukan berbagai upaya mengeluarkan alat berat tersebut seperti menarik dengan ponton,tapi tetap tidak berhasil. Kemarin kita sudah datangkan tenaga operator ahli agar alat tersebut bisa dikeluarkan dengan cara manual. Soal kehilangan peralatan kita akan cek apa betul, kalau memang terjadi kita akan selidiki,” terang Jamal.(evi) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






