| Saatnya Membayar Utang |
| Kamis, 03 Juli 2008 | |
|
Laporan JPNN, Roma
Usai sukses membawa Italia meraih juara Piala Dunia 2006, Marcello Lippi meletakkan jabatan sebagai allenatore. Ketika itu, alasan Lippi adalah ingin istirahat setelah menangani Azzurri, julukan timnas Italia, sejak Juli 2004. Posisi mantan pelatih Juventus itu kemudian diganti oleh Roberto Donadoni. Sejak itu, Lippi belum mendapatkan job hingga FIGC (Federasi Sepakbola Italia), Jumat lalu (26/6), menunjuknya kembali untuk menggantikan Donadoni. Ini menyusul hasil tidak memuaskan di Euro 2008. Azzurri tumbang pada babak perempatfinal usai kalah 2-4 dari Spanyol melalui adu penalti. Lippi pun merasa bertanggung jawab atas kegagalan itu karena, melepas sebuah tim di tengah jalan tanpa fondasi skuad yang matang. “Ketika Euro 2008 ditabuh, saya tertantang untuk kembali. Apalagi, hasil Italia tidak memuaskan. Ini saatnya untuk membayar utang saya kepada FIGC,” papar Lippi kepada wartawan di Roma. Kemarin, pria berusia 60 tahun itu menggelar jumpa pers resmi setelah ditunjuk FIGC sebagai allenatore. Pria yang selama ini menjadi komentator Sky TV Italia juga membantah mundurnya dia karena dihubungkan dengan kasus anaknya Davide Lippi. Sang anak yang juga agen pemain itu dirumorkan menggunakan pengaruh sang ayah untuk menjual pemain dan pelatih. “Saya tidak pernah lepas tangan karena masalah itu. Saat itu kondisi lebih memojokkan keluarga saya, tapi semuanyakan tidak terbukti,” ujarnya. Pria kelahiran 11 April 1948 tersebut menambahkan setelah mundur sebagai pelatih Italia, dia sebenarnya mendapat tawaran banyak negara. Salah satunya yang hampir deal adalah Meksiko. Namun, dia merasa tidak enak menerima tawaran itu. “Saya tidak bisa menangani negara sendiri yang sukses meraih Piala Dunia dan kemudian mengarsiteki negara lain setahun kemudian,” tambahnya. Lippi pun merasa senang telah ditunjuk kembali oleh FIGC. Dia juga sangat optimitis Azzurri dapat lolos dari kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan bersinar di major event. “Kalau tidak yakin, saya akan berada di pantai Viareggio (kota tempat tinggalnya),” cetusnya. Modal kuat yang dimiliki Italia adalah juara bertahan Piala Dunia. Negeri Menara Pisa juga memiliki juara World Cup Club AC Milan. Selain itu, mereka juga memiliki skuad U-23 yang difavoritkan juara di Olimpiade 2008, Cina. “Sepakbola Italia masih bisa jalan mendongakkan kepala,” ujarnya. Mengenai rancangan skuad, Lippi masih belum banyak bicara. Begitu juga dengan, strategi yang bakal diterapkan namun, yang pasti dia telah belajar banyak dari Euro 2008. Dimana, Donadoni menerapkan strategi bertahan dengan menurunkan satu striker di depan, yakni Luca Toni. Itu juga banyak mendapat kritikan di Italia, apalagi dengan gaya ini Toni jadi paceklik gol selama di Swiss-Austria.(dio/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






